Rabu 13 May 2020 19:02 WIB

Relaksasi PSBB, Nasir: Negara Kekurangan Uang

Negara harus menjamin relaksasi PSBB tidak menambah penyebaran Covid-19

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menduga relaksasi PSBB Corona karena pemerintah kekurangan uang. Foto Nasir Djamil (ilustrasi)
Foto: ROL/Havid Al Vizki
Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menduga relaksasi PSBB Corona karena pemerintah kekurangan uang. Foto Nasir Djamil (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejumlah kebijakan pemerintah yang melakukan relaksasi atau pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Corona, menunjukkan bahwa Indonesia tidak siap menghadapi Pandemi Covid-19.

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil mengatakan alasan ekonomi yang menjadi penyebab relaksasi PSBB Corona mengindikasikan bahwa Indonesia tidak punya simpanan uang yang cukup untuk membantu masyarakat yang terpapar covid -19. "Polemik Dana Bagi Hasil (DBH) antara Pemda DKI demgan Pemerintah Pusat adalah contoh bahwa Negara sedang kekurangan uang,” kata Nasir dalam perbincangan melalui watsapp, dengan Republika.co.id, Rabu (13/5).

Dalam kondisi begini, kata Nasir, seharusnya para menteri memberikan solusi konkrit kepada Presiden agar tetap mempertahankan PSBB tanpa perlu melonggarkannya. "Melonggarkan PSBB seharusnya juga diikuti dengan jaminan dan target kapan  pandemi ini akan berakhir di indonesia,” kata Nasir.

Menurutnya, melonggarkan PSBB karena alasan ekonomi memberikan indikasi bahwa pemerintah saat ini gamang dan bingung membiayai ekonomi warga yang terdampak. Nasir mengingatkan agar relaksasi PSBB Corona, dengan alasan apapun harus, ada garansi bahwa virus corona tidak semakin parah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement