Bagaimana Pahala Silaturahim Online di Masa Pandemi?

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

 Rabu 13 May 2020 16:01 WIB

Bagaimana Pahala Silaturahim Online di Masa Pandemi? Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas Bagaimana Pahala Silaturahim Online di Masa Pandemi?

Pahala orang silaturahim, yaitu dipanjangkan umur dan dilapangkan rizkinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Ramadhan identik dengan bulan silaturahim. Di bulan puasa ini, Muslim kerap bersilaturahim dengan saling berkunjung ke tempat orang tua, keluarga, atau teman. Akan tetapi, situasi wabah virus corona saat ini telah memaksa berubahnya model silaturahim. 

Pedoman pencegahan penyebaran virus corona menjadikan masyarakat tidak boleh berkunjung atau melakukan perkumpulan sehingga silaturahim pun dilakukan secara daring (online). Lantas, bagaimana pahala dan keabsahan silaturahim online di masa darurat pandemi ini?

Baca Juga

Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah, Muhammad Ziyad, menuturkan ada beberapa hikmah silaturahim online pada kondisi pandemi seperti saat ini. Ia mengatakan, silaturahim online merupakan bagian dari ikhtiar mencegah atau memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona. Hal ini menurutnya merupakan pengamalan dari tujuan syariat Islam, yaitu melindungi keselamatan jiwa (hifz al-Nafs).

"Pahala atau ganjaran orang silaturahim, yaitu dipanjangkan umur dan dilapangkan rizkinya tidak akan dikurangi sedikit pun, nilainya tetap sama silaturahim. online dengan silaturahim secara langsung bertatap muka seperti biasa," kata Ustadz Ziyad, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Senin (11/5).

Selanjutnya, ia menuturkan silaturahim online memiliki pahala kesabaran. Sebab, orang tersebut menahan dirinya (bersabar) untuk tidak silaturahim langsung. Dengan kesabaran itu, Allah memberikan pahala dan memberikan pelajaran yang lain, yaitu kekuatan dalam menghadapi ujian.

Selain itu, dengan bersilaturahim secara daring berarti orang tersebut mentaati ulama dan ulil amri (pemimpin). Tentunya, hal ini adalah suatu kewajiban, dan bagian dari memenuhi perintah Allah. Di samping itu, kata Ustadz Ziyad, Nabi Muhammad SAW membimbing agar setiap manusia menjaga kemaslahatan kehidupan bersama dan dilarang menimbulkan mudharat/petaka.

"Silaturahim secara online dengan keluarga di kampung halaman alias tidak mudik juga merupakan ikhtiar menjauhkan diri dari kebinasaan tertular/menularkan virus. Ini yang diperintahkan oleh Alquran," katanya.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat tetap menaati imbauan para ulama dan pemerintah untuk bersabar dengan cara menahan diri tidak mudik. Dalam hal ini, masyarakat tidak perlu bersilaturahim secara langsung selama pandemi ini masih ada. Menurutnya, masyarakat masih bisa bersilaturahim secara online tanpa mengurangi sedikitpun pahala kemuliaan bersilaturahim.

"Ikhtiar ini demi kebaikan bersama dalam rangka perbaikan kehidupan berbangsa," ujarnya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X