Rabu 13 May 2020 10:37 WIB

IHSG Terkoreksi Ikuti Saham Global

Sentimen dari banyaknya saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI dorong pelemahan IHSG

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (13/5) pagi, terkoreksi mengikuti turunnya bursa saham global. Pada pukul 09.35 WIB, IHSG melemah 16,47 poin atau 0,36 persen ke posisi 4.572,26. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 3,8 poin atau 0,56 persen menjadi 677,87

"IHSG hari ini kami perkirakan berpeluang melemah mengikuti pergerakan bursa global, serta sentimen dari banyaknya saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI yang mengisyaratkan semakin sedikit saham Indonesia yang masuk dalam standar investasi investor asing," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan yang dikutip Antara di Jakarta.

Baca Juga

Bursa saham AS pada perdagangan semalam ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 1,89 persen, S&P500 terkoreksi 2,05 persen, dan Nasdaq turun 2,06 persen.

Bursa saham AS terkena aksi ambil untung setelah beberapa hari mengalami penguatan. Investor masih mencermati perkembangan pembukaan sebagian ekonomi AS di beberapa wilayah seperti Tennessee, Texas dan Georgia, serta rencana pembukaan aktivitas ekonomi di New York.

Di sisi lain, sentimen negatif datang dari kembali memanasnya hubungan AS dan China. AS dikabarkan sudah tidak tertarik dengan proposal perjanjian dagang kedua negara tersebut, serta keinginan senat AS agar dilakukan investigasi wabah di China.

Dari pasar komoditas, harga minyak semalam mengalami penguatan. Brent naik 1,18 persen menjadi 29,98 dolar AS per barel sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik 6,8 persen menjadi 25,78 dolar AS per barel.

Penguatan terjadi setelah Arab Saudi mengumumkan akan memotong produksi minyak satu juta barel per hari mulai Juni 2020.

Sementara itu, Morgan Stanley mengumumkan konstituen baru indeks MSCI Indonesia yang akan berlaku di Juni. Untuk indeks standar MSCI, tidak ada penambahan saham, namun saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Bukit Asam (PTBA), PT Jasa Marga (JSMR), PT Pakuwon Jati (PWON), PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) turun ke indeks berkapitalisasi kecil MSCI (MSCI small cap index).

Pertambahan saham yang masuk ke MSCI small cap index, selain yang turun dari indeks standar, juga bertambah yaitu PT Astra Agro Lestari (AALI), PT Nusantara Properti Internasional (NATO) dan PT Pacific Strategic Financial (APIC). Namun, banyak saham yang dikeluarkan seperti PT Adhi Karya (ADHI), PT Alam Sutra Realty (ASRI), PT Sri Rejeki Isman (SRIL), PT Timah (TINS) dan PT Tunas Baru Lampung (TBLA).

Indeks MSCI adalah indeks yang dibuat oleh Morgan Stanley Capital International untuk mengukur performa pasar di area tertentu. Lebih dari 160.000 indeks yang dibentuk oleh MSCI.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 156 poin atau 0,77 persen ke 20.210,5, indeks Hang Seng menguat 46,9 poin atau 0,19 persen menjadi 24.292,6, dan indeks Straits Times melemah 6,62 poin atau 0,26 persen ke 2.581,19.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement