Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Masjid Katara Qatar, Simbol Religius di Desa Kosmopolit

Selasa 12 May 2020 23:03 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Masjid Katara di Qatar

Masjid Katara di Qatar

Foto: tangkapan layar e-paper Republika
Masjid indah ini terletak di desa budaya, Katara, bernuansa kosmopolitan di Qatar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Qatar merupakan negara kecil tetapi makmur di kawasan Teluk Persia. Masjid Katara adalah salah satu masjid terindah di seantero Qatar.

Pembangunannya dipimpin arsitek kelas dunia asal Turki, Zainab Fadil Oglu. Tim restorasi masjid ini terdiri atas pelbagai ahli di bidang masing-masing. Mereka bahkan pernah membangun Istana Dolma di Istanbul, Turki.

Keunikan Masjid Katara cenderung terletak pada desain, warna, dan ornamen yang menghiasinya. Bagian atap masjid ini tidak berkubah seperti masjid-masjid pada umumnya.

Baca Juga

Secara keseluruhan, masjid ini berbentuk kubus. Namun, bila dilihat dari atas, masjid ini menampilkan bentuk segi delapan, yakni perpaduan dua kubus. Pintu masuk ke bangunan utama cukup unik lantaran terdiri atas gerbang dengan sembilan pilar, sehingga empat pintu masuk terbuka ke arah sisi kiri, sedangkan empat pintu lainnya ke arah kanan.

photo
Masjid Katara - (FOTO: tangkapan layar e-paper Republika)
Di dekat bangunan utama, terdapat menara Masjid Katara dengan ketinggian 210 meter. Di bagian bawah menara ini berbentuk segi enam, sedangkan bagian atasnya silindris. Pucuknya berbentuk kubah yang tampak seperti gazebo kecil. Orang dapat masuk ke dalam menara ini. Ada tangga di lantai dasar yang mengantarkan pengunjung masuk ke dalamnya. Fungsinya sebagai penggema suara azan.

Sekitar 50 meter di seberangnya, terdapat tiga menara unik yang tingginya sekira dua kali ketinggian menara Masjid Katara. Ketiga menara ini bernama “Menara Merpati.” Bentuknya seperti peluru besar dengan lubang-lubang berbentuk lingkaran kecil-kecil yang mengitari permukaannya, sehingga aliran udara dapat memasukinya. Warna Menara Merpati ini krem seragam. Bentuknya mengingatkan kita pada menara-menara di wilayah kebudayaan Islam di Mali, Afrika.

Sebagai bagian dari desa budaya, Masjid Katara menyelenggarakan banyak acara edukatif. Terlebih lagi dalam masa Ramadhan. Akan tetapi, aktivitasnya di sana kini disesuaikan dengan respons atas pandemi Covid-19.

Sebagai sebuah destinasi wisata di Qatar, Masjid Katara terbuka untuk dikunjungi, baik Muslim maupun non-Muslim, asalkan berpakaian sopan. Masjid ini menawarkan sisi religius dari desa budaya kosmopolitan milik Qatar tersebut.

Selain masjid, di desa ini ada pula gedung teater, ruang pameran, dan gedung konser. Semuanya dibangun demi memperindah desa budaya Katara.

Pemandangan pada malam hari juga tak kalah indahnya. Penerangan yang baik membuat Masjid Katara tetap menawan untuk dikunjungi. Masjid ini dilengkapi fasilitas-fasilitas pendukung, semisal ruang ambil wudhu, perpustakaan, dan madrasah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA