Selasa 12 May 2020 19:37 WIB

Jubir: Vaksin Belum Ada, tak Bisa Arogan Lawan Covid-19

Jubir pemerintah mengatakan selama belum ada vaksin tak bisa arogan lawan Covid-19.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bayu Hermawan
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto
Foto: ANTARA/Nova Wahyudi
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengingatkan perlu ada strategi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sebab, selama belum ditemukan vaksin untuk kekebalan virus Covid-19, maka harus ada strategi dalam melawan virus tersebut.

"Kita tidak bisa secara arogan melawan Covid-19 ini, karena memang kita belum menemukan vaksinnya, kita belum mampu menciptakan kekebalan yang kemudian bisa kita gunakan untuk melawan secara semena-mena Covid ini," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (12/5).

Baca Juga

Yuri mengatakan, pandemi Covid-19 bukan permasalahan suatu daerah atau negara saja, melainkan permasalahan berbagai negara dan bangsa. Karena itu, diperlukan kerja keras dan upaya dalam menghadapi ancaman virus Covid-19 yang masih akan terus terjadi.

Ia menjelaskan, selama belum ditemukan kekebalan, maka masyarakat harus hidup dengan tatanan baru demi mencegah terpapar virus Covid-19. Tatanan baru antara lain membiasakan pola hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan memakai sabun dan air yang mengalir, menggunakan masker saat harus keluar rumah, menghindari kerumunan, tetap tinggal di rumah untuk menjaga diri dan keluarga, serta lingkungan agar tetap sehat.

"Inilah tatanan hidup baru yang harus kita jalani, yang harus kita ciptakan, yang harus kita siapkan manakala kita bisa survive, kita bisa bertahan dari ancaman pandemic Covid- 19 ini," katanya.

Hari ini, terdapat penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 484 orang dalam 24 jam terakhir. Sehingga, sampai Selasa (12/5) pukul 12.00 WIB, ada total 14.749 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia.

Untuk penambahan pasien sembuh juga meningkat sebanyak 182 orang, sehingga total keseluruhan pasien sembuh sebanyak 3.063 orang. Sementara jumlah meninggal bertambah 16 orang sehingga jumlah pasien meninggal karena Covid-19 sebanyak 1.007 orang.

"Kasus konfirmasi positif naik 484 orang sehingga total kasus menjadi 14.749 orang, dan sembuh bertambah 182 orang sehingga total 3.063 orang, meninggal 16 orang jadi total 1.007 orang, dengan 376 kabupaten kota sudah terpapar," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (12/5).

Yurianto mengungkapkan,  jumlah tersebut didapat dari pemeriksaan terhadap 165.128 spesimen dari 119,728 orang. Sementara, dari hasil positif Covid-19, data orang dalam pemantaun (ODP) sebanyak 251,861 orang PDP 32.147 orang.

"Sebagian besar ODP sudah selesai dipantau. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan sebagian di antaranya sedang menunggu pemeriksaan laboratorium untuk menentukan hasil laboratorium," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement