Selasa 12 May 2020 17:31 WIB

Sembilan Pasien Covid-19 di Kalbar Dinyatakan Sembuh

Namun, terdapat tiga tambahan kasus positif Covid-19 di Kalbar.

Sembilan Pasien Covid-19 di Kalbar Dinyatakan Sembuh. Dua warga berbincang dengan petugas medis usai menjalani tes diagnostik cepat atau rapid test Covid-19 di di Posko Penanganan Covid-19 Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, di Pontianak, Kalimantan Barat.
Foto: ANTARA/JESSICA HELENA WUYSANG
Sembilan Pasien Covid-19 di Kalbar Dinyatakan Sembuh. Dua warga berbincang dengan petugas medis usai menjalani tes diagnostik cepat atau rapid test Covid-19 di di Posko Penanganan Covid-19 Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, di Pontianak, Kalimantan Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson menyebutkan sembilan pasien positif Covid-19 sembuh. "Hari ini kita menerima kabar baik dimana ada sembilan orang yang semula dinyatakan positif, namun berdasarkan dua kali pemeriksaan real time PCR, hasilnya sudah negatif dan kesembilan orang ini dinyatakan sembuh dari Covid-19," kata Harisson, Selasa (12/5).

Harisson menjelaskan, sembilan orang ini terdiri dari tujuh orang berasal dari klaster yang sudah ada sebelumnya dimana pemeriksaannya dilakukan di laboratorium kesehatan RS Universitas Tanjungpura Pontianak. "Kemudian satu orang dari Ketapang sudah sembuh, pemeriksaannya satu kali di Jakarta dan satu lagi di RS Untan. Lalu, yang satu orang lagi dari Pontianak yang juga dari klaster yang sudah ada pemeriksaannya dilakukan di Jakarta," ujarnya.

Baca Juga

Dirinya merasa bersyukur karena di Kalbar sudah banyak kasus yang sembuh dan diharapkan kasus-kasus konfirmasi lainnya juga bisa segera sembuh. Namun, kata Harisson, pada hari ini Kalbar juga mendapatkan tiga tambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 baru berdasarkan pemeriksaan real time PCR.

Tiga orang tersebut satu di kota Pontianak dan pernah dirawat di salah satu RS di Kota Pontianak, kemudian dia menunjukkan gejala klinis yang baik dan sudah sehat sehingga dia dikeluarkan dari RS dan di isolasi mandiri di rumah. "Sementara kasus kedua berasal dari Sintang yang merupakan klaster yang sudah ada dan kasus yang ketiga berasal dari orang tanpa gejala (OTG)," kata Harisson.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement