Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Ingin Meraih Lailatul Qadar? Ini Tips dari UAS

Selasa 12 May 2020 16:29 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad

Foto: (dok @ustadzabdulsomad_official)
Ada tiga tips dari UAS tentang meraih kemuliaan Lailatul Qadar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepanjang Ramadhan, terdapat satu malam yang paling ditunggu umat Islam, yakni Lailatul Qadar. Malam kemuliaan itu lebih baik dari pada seribu bulan (QS al-Qadar: 3). Jumhur ulama berpendapat, malam itu terjadi pada 10 hari terakhir Ramadhan. Apalagi pada malam-malam ganjil, semisal malam 21, 23, 25, 27, dan 29.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beribadah pada Lailatul Qadar semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu” (HR Bukhari).

Baca Juga

Bayangkan Ramadhan terakhir

Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan beberapa saran agar Muslimin dapat meraih kemuliaan Lailatul Qadar. Pertama-tama, bayangkanlah Ramadhan kali ini sebagai yang terakhir dalam hidup kita. Dengan anggapan demikian, insya Allah kita dapat sungguh-sungguh serius dalam melalui setiap menit, jam, dan hari sepanjang bulan suci. Kita akan merasa rugi bila melewati waktu tanpa beribadah kepada Allah SWT.

Fokusnya bukan sekadar satu malam, melainkan seluruh malam pada bulan suci. Dengan begitu, Lailatul Qadar tak akan terlalaikan. “Anggap ini Ramadhan terakhir. Ingat, manusia mati tidak membawa apa-apa kecuali amal,” kata UAS kepada Republika beberapa waktu lalu.

Tobat nasuha

Tips selanjutnya dari UAS agar seorang Mukmin mendapatkan Lailatul Qadar ialah tobat. Menurut suatu hadis, selama Ramadhan Allah SWT membuka lebar pintu ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang ikhlas bertobat. Siapkan hati dengan penuh kerendahan diri di hadapan-Nya. Ingat lagi bagaimana kita melalui hari-hari dalam kehidupan ini. Betapa banyak dosa dan kesalahan yang sudah dilakukan.

“Merasa diri banyak dosa-dosa, bersimpuh memohon ampunan-Nya,” ujar alumnus Universitas al-Azhar itu.

Seyogianya kita menyadari, Ramadhan adalah kesempatan untuk melakukan tobat nasuha. Apalagi, dalam 10 malam terakhir bulan suci. Kita pun mesti optimistis. Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Sabda Nabi SAW, “Allah lebih senang pada tobatnya seorang hamba yang bertobat melebihi senangnya orang kehausan yang menemukan air.”

Perbanyak amalan

Semangat “Ramadhan terakhir” dan kesungguhan bertobat adalah dorongan yang kuat untuk memperbanyak amalan sunah. Agar upaya maksimal, UAS menyarankan agar Muslimin mengurangi tidur dalam 10 malam terakhir Ramadhan. Dengan begitu, waktu untuk beribadah pun semakin banyak.

Di luar puasa dan amalan-amalan wajib lainnya, Muslimin pun dianjurkan untuk mempersering ibadah sunah. Misalnya, tadarus Alquran, shalat tarawih, witir, dan sebagainya. Begitu pula dengan shalawat dan zikir. “Sahabat Nabi SAW, Abu Hurairah, bertasbih dua ribu kali semalam,” ujar UAS.

Tak harus di masjid. Rumah pun dapat menjadi tempat menanti kemuliaan malam Lailatul Qadar. Semoga kita semua diridhai-Nya untuk meraih hal itu!

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA