Selasa 12 May 2020 16:18 WIB

Metode Sarang Tawon untuk Atasi Penyebaran Covid-19

Metod sarang tawon digunakan untuk atasi penyebaran covid-19.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Hafil
 Metode Sarang Tawon untuk Atasi Penyebaran Covid-19. Foto: Ilustrasi Penyebaran Virus Corona
Foto: MgIT03
Metode Sarang Tawon untuk Atasi Penyebaran Covid-19. Foto: Ilustrasi Penyebaran Virus Corona

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, pihaknya menerapkan metode sarang tawon untuk mencegah penularan Covid-19, khususnya di perkampungan. Metode yang dimaksud adalah, ketika ditemukan satu orang positif di suatu titik, maka langsung digelar rapid test secara massal di sana.

"Kita melakukan metode sarang tawon. Jadi ketika di lokasi-lokasi ditemukan ada terpapar, maka di kampung itu kita lakukan rapid test secara massal, sejumlah warga yang ada di situ," kata Eddy di Surabaya, Selasa (12/5).

Baca Juga

Eddy menjelaskan, hingga saat ini Pemkot Surabaya telah menggelar rapid test massal di lima perkampungan Surabaya. Di antaranya di Manukan Kulon, Bratang Gede, Rungkut Lor, dan Kedung Baruk. Eddy melanjutkan, ketika dilakukan rapid test hasilnya ditemukan ada yang reaktif, maka orang tersebut langsung dilakukan swab.

"Tapi swab kan keputusannya menunggu 4 sampai 8 hari. Nah, sambil menunggu hasil swab itu, arahan Ibu Wali Kota agar orang tersebut dilakukan isolasi di salah satu hotel," kata Eddy.

Pada proses isolasi tersebut, lanjut Eddy, Pemkot Surabaya menerjunkan jajaran Satpol PP, Linmas, beserta petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan kecamatan setempat untuk memotivasi dan mengajak mereka agar mau melakukan isolasi di hotel. Tujuannya, agar virus tersebut tidak sampai menular kepada anggota keluarga lain ataupun tetangga di sekitar lokasi.

"Nanti kalau hasil swabnya negatif, maka mereka kita kembalikan ke rumahnya. Tapi kalau hasil swab positif, maka akan kita rawat di Rumah Sakit Surabaya. Jadi tujuan kita adalah untuk bisa menekan sejauh mungkin terjadinya pandemi," kata Eddy.

Eddy memastikan, rapid test yang digalar di suatu titik, dilakukan berdasarkan kajian epidemiologi dari Dinkes setempat. Ketika kajian epidemiologi itu menyatakan perlu dilaksanakan rapid test, maka pihaknya langsung menggelar hal tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement