Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Selandia Baru Tetap Dukung Taiwan di WHO

Selasa 12 May 2020 11:31 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Peta Taiwan.

Peta Taiwan.

Foto: Chinamaps.info/ca
Langkah Taiwan melobi untuk berpartisipasi di sidang WHO membuat China geram.

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON -- Menteri Luar Negeri Selandia Baru mengatakan negaranya tetap mendukung partisipasi Taiwan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), walaupun dapat merusak hubungan bilateral dengan China.

Taiwan yang mendapat dukungan kuat dari Amerika Serikat (AS) mulai melakukan lobi agar dapat berpartisipasi di Sidang Kesehatan Dunia (WHA), majelis yang membuat keputusan di WHO. Langkah tersebut membuat China geram.

China menekan WHO sehingga lembaga PBB itu mengeluarkan Taiwan. Negeri Tirai Bambu menganggap Taiwan salah satu provinsinya dan tidak dapat berpartisipasi dalam organisasi internasional.

Baca Juga

Pekan lalu menteri-menteri senior Selandia Baru mengatakan Taiwan harus diizinkan bergabung dengan WHO sebagai pengawas. Karena telah berhasil menahan penyebaran virus korona. Pernyataan ini memicu China meminta Selandia Baru 'berhenti membuat pernyataan yang salah'.

"Kami harus membela diri kami sendiri, dan benar pertemanan yang nyata berdasarkan kesetaraan, berdasarkan kemampuan untuk tetap berteman walaupun tidak setuju," kata Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winstons Peters saat ditanya tentang respon China, Selasa (12/5).

Peters mengatakan ia pikir persoalan ini tidak akan mengganggu hubungan diplomatik dengan China. Negeri Tirai Bambu mitra dagang terbesar Selandia Baru.

Sejauh ini, Taiwan hanya melaporkan 440 kasus infeksi dan tujuh kasus kematian. Tindakan preventif yang lebih awal dan efektif membuat angka infeksi di Taiwan tetap rendah. Peters memuji respons Taiwan terhadap pandemi Covid-19.

"Posisi Selandia Baru pada Taiwan adalah tentang kesuksesan luar biasa menghadapi Covid-19," kata Peters.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern sudah menanggapi pernyataan China. Ia mengatakan posisi Selandia Baru pada Taiwan hanya berkaitan pada respons terhadap Covid-19.

"Kami selalu mengakui kebijakan 'Satu China' dan dalam hal ini akan terus begitu," kata Ardern. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA