Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Miskin karena Bersedekah?

Senin 11 May 2020 20:48 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Ilustrasi Sedekah (Republika/ Tahta Aidilla).

Ilustrasi Sedekah (Republika/ Tahta Aidilla).

Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Agaknya belum pernah tercatat orang yang miskin karena banyak bersedekah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak ada alasan bagi orang beriman untuk enggan bersedekah. Kendati terasa berat, bersedekah merupakan ciri paling kentara dari keimanan yang sahih.

Untuk bersedekah, seseorang harus mampu mengalahkan rasa kepemilikan. Sebab, ia mengikhlaskan sebagian rezekinya untuk pihak lain. Jika tidak karena adanya keyakinan yang mantap atau harapan yang kekal di akhirat kelak, sungguh seseorang akan enggan bersedekah.

Dalam sejarah Islam, kita kenal Fatimah Az-Zahra ra. Putri Rasulullah SAW itu ikhlas bersedekah seuntai kalung warisan kepada musafir yang kehabisan bekal. Pengelana itu sudah tiga hari tidak makan karena tidak ada lagi barang yang layak dijual.

Baca Juga

Dengan kalung tadi, si musafir menjadi cukup bekal setelah menjualnya kepada Abdurrahman bin Auf. Begitu mengetahui keikhlasan Fatimah dalam bersedekah, segera Abdurrahman menghadiahkan kalung tadi kepada Nabi SAW.

Bisa ditebak, akhirnya kalung itu pun kembali ke tangan Fatimah setelah melewati tiga orang sebagai hadiah dan tercatat sebagai amalan sedekah.

Sungguh, bersedekah secara ikhlas akan mendapatkan ganti. Ini tidak saja ada dalam tarikh terdahulu. Dalam kehidupan nyata di lingkungan kita pun demikian halnya. Orang yang banyak bersedekah justru rezekinya melimpah, kehormatannya tinggi, dan harta kepemilikannya diakui bahkan dijaga keselamatannya oleh orang lain. Agaknya belum pernah tercatat orang yang banyak bersedekah berakibat miskin.

Sungguh dengan bersedekah kekayaannya bertambah, berlipat. Ibarat orang mendapat mangga, maka yang dimakan cukup dagingnya sedangkan bijinya harus disisihkan, ditanam hingga kelak akan menjadi pohon yang berlipat-lipat buahnya.

sumber : Hikmah Republika oleh Muhammad Nasiruddin
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA