Senin 11 May 2020 20:49 WIB

Gojek Jual Emas Digital, Bisa Investasi Mulai Rp 8.000-an

Gojek Mulai Jual Emas Digital, Bisa Investasi Mulai dari Rp 8.000-an

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Sst, Gojek Mulai Jual Emas Digital, Bisa Investasi Mulai dari . . . gram. (FOTO: Tanayastri Dini Isna)
Sst, Gojek Mulai Jual Emas Digital, Bisa Investasi Mulai dari . . . gram. (FOTO: Tanayastri Dini Isna)

Warta Ekonomi.co.id, Bogor

Gojek diam-diam memperkenalkan produk investasi daring bernama GoInvestasi, berdasarkan pantauan WartaEkonomi terhadap aplikasi, Senin (11/5/2020).

Perusahaan itu menggandeng fintek yang menawarkan investasi emas digital, Pluang. Tahun lalu, Gojek berpartisipasi 3 juta dolar AS dalam putaran pendanaan Seri A Pluang melalui lengan investasinya, Go-Ventures.

"Emas yang ditawarkan Pluang PG Berjangka sudah mendapat lisensi dari Bappebti dan dijamin oleh KBI," tulis Gojek di laman produk GoInvestasi. Selain itu, emas digital dalam produk Gojek disebut telah disertifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga: Startup Ini Himpun Rp87,5 M dalam IPO, Lebih Rendah Rp12,5 M dari Target

Saat membuka menu produk GoInvestasi, akan muncul notifikasi perihal permohonan iin mengakses surel dan nomor telepon pada akun Gojek pengguna. Setelahnya, pilihan untuk membeli, menjual, dan menebus emas.

Di laman yang sama, tepatnya di bagian bawah, juga terdapat pembaruan informasi harga jual dan harga beli emas. "GoInvestasi memungkinkan pengguna membeli dan menjual emas dengan tiga ketukan," kata perusahaan di situs pemasarannya," tulis perusahaan di situs pemasarannya.

Pluang didirikan oleh Claudia Kolonas dan Iwan Tjam dengan nama 'EmasDigi' pada 2018. Namun, fintek itu melakukan pemerekan ulang (re-branding) pada Juni 2019, mengubah nama menjadi Pluang dan berniat menambah varian investasi di luar emas.

Namun, sampai saat ini, investasi emas masih menjadi produk utama Pluang. Klien bisa mulai berinvestasi senilai 0,01 gram, setara dengan Rp8.464.

Preferensi investasi Gojek berbeda dengan Ovo dan LinkAja yang memilih reksadana sebagai produk investasi pertama mereka. Perlu diketahui, minat masyarakat untuk membeli emas secara daring telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan platform digital pun mulai memasuki segmen tersebut, seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement