Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Emirates Diyakini Membaik Pasca Covid-19

Senin 11 May 2020 11:16 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Fuji Pratiwi

Pesawat milik Maskapai Emirates Airlines. Emirates diyakini akan segera membaik dari krisis kesehatan akibat Covid-19 saat ini dan menjadi pemimpin global dalam industri penerbangan.

Pesawat milik Maskapai Emirates Airlines. Emirates diyakini akan segera membaik dari krisis kesehatan akibat Covid-19 saat ini dan menjadi pemimpin global dalam industri penerbangan.

Foto: Emiratescontactnumber.com
Pandemi Covid-19 telah mengganggu kinerja kuartal keempat.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI – Wakil Presiden UEA sekaligus Penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum menyebutkan, Emirates akan segera membaik dari krisis kesehatan saat ini dan menjadi pemimpin global dalam industri penerbangan. Pandangan ini disampaikannya dalam laporan tahunan Emirates Group yang dirilis pada Ahad.

Pada Maret, pemerintahan Dubai mengatakan telah menyuntikkan dana ke maskapai terbesar di dunia tersebut. Dukungan Dubai juga sudah ditekankan Emirates dalam laporan tahunannya yang menyebutkan, pemerintahan akan mendukung secara finansial apabila memang dibutuhkan.

Baca Juga

Emirates tercatat sudah menghasilkan laba 1,1 miliar dirham pada tahun fiskal 2019 yang berakhir 31 Maret. Nilai ini naik dari 871 juta dirham dibandingkan setahun sebelumnya. Tapi, pendapatannya kontraksi 6,1 persen menjadi 92 miliar dirham karena jumlah penumpang yang dibawa turun 4,2 persen menjadi 56,2 juta.

Sampai saat ini, belum jelas kapan Emirates akan melanjutkan penerbangan secara normal. Pesaingnya, Qatar Airways sudah menyampaikan rencana untuk kembali memulai jaringannya pada bulan ini. Sementara, Etihad Airways milik Abu Dhabi menargetkan melanjutkan penerbangan reguler pada Juni.

Emirates berencana menambah utang untuk membantu arus kas perusahaan dalam menghadapi tekanan pandemi Covid-19. Perusahaan juga berencana mengambil langkah-langkah yang lebih signifikan karena harus menghadapi bulan-bulan paling sulit sepanjang sejarah.

Seperti dilansir di Reuters, Ahad (10/5), maskapai asal Dubai ini harus menangguhkan penerbangan penumpang reguler pada Maret. Restriksi mobilisasi manusia untuk menekan tingkat penyebaran virus Covid-19 telah menghancurkan permintaan perjalanan global.

Pada tahun fiskal 2019 yang berakhir 31 Maret, Emirates melaporkan kenaikan laba 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi, perusahaan menyebutkan, pandemi Covid-19 telah mengganggu kinerja kuartal keempat, hingga harus meningkatkan utang pada kuartal pertama untuk mengurangi dampak virus ke arus kas.

Emirates belum menyebutkan seberapa banyak peningkatan utang yang akan diambil pada tahun ini. "Pandemic Covid-19 akan berdampak besar pada kinerja 2020-2021 kami," kata Direktur Emirates Sheikh Ahmed bin Saeed dalam sebuah pernyataan.

Oleh karena itu, Sheikh Ahmed menambahkan, pihaknya telah mengambil berbagai langkah manajemen yang agresif. Selain itu, langkah-langkah lain yang diperlukan untuk melindungi bisnis Emirates sembari merencanakan pembukaan bisnis apabila pandemi sudah mereda.

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA