Ahad 10 May 2020 21:58 WIB

Hujan Deras Rendam Tiga Kecamatan di Sukabumi

Ketinggian air terjadi di beberapa titik dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter.

Hujan deras yang terjadi sejak Ahad siang di Kota Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan sejumlah titik terendam banjir (Foto: ilustrasi banjir)
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Hujan deras yang terjadi sejak Ahad siang di Kota Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan sejumlah titik terendam banjir (Foto: ilustrasi banjir)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Hujan deras yang terjadi sejak Ahad siang di Kota Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan sejumlah titik terendam banjir. Diketahui, ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar 80 sentimeter.

"Dari laporan yang masuk ke kami ada tiga kecamatan yang terendam banjir yakni Kecamatan Citamiang, Baros dan Cibeureum," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Zulkarnain, di Sukabumi, Ahad (10/5).

Baca Juga

Adapun permukiman warga yang terendam banjir, yakni Jalan Lio santa mulai tempat pemakaman umum Kerkhof, Kelurahan Gedongpanjang dan Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamang. Kemudian RW 08,01 dan 02 Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum dan Kampung Babakan RT 01/05, Kapung Selagombong, Kelurahan /Kecamatan Baros.

Menurut dia, ketinggian air yang merendam permukiman warga ini bervariasi mulai dari 40 hingga 80 cm. Banjir ini dipicu hujan deras yang tidak mereda selama beberapa jam, sehingga debit air yang menggenangi permukiman meningkat ditambah drainase tidak berfungsi maksimal atau tersumbat akibatnya terjadi banjir.

Hingga pukul 18.00 WIB banjir di sejumlah titik mulai surut dan sebagian warga yang rumahnya terendam mulai membersihkan sisa lumpur. Akibat banjir ini tidak hanya merendam permukiman, tapi beberapa tempat ibadah baik masjid maupun musholatergenangair.

"Kami masih melakukan pendataan jumlah rumah yang terendam banjir, tapi tidak ada korban pada bencana ini dan untuk kerugian masih dalam hitungan petugas di lokasi," tambahnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement