Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Presiden Harusnya Dukung Anggaran Riset Vaksin

Senin 11 May 2020 01:40 WIB

Red: Hiru Muhammad

Menurut  Wakil Ketua MPR-RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA, berdamai dengan Covid-19, itu mestinya dibarengi dengan kebijakan perintah kepada Kemenristek,  Kemenkes serta lembaga-lembaga lain,  melakukan koordinasi serta kerjasama agar segera menemukan vaksin Covid-19. Karena itu pemerintah harus mendukung riset di Kemenristek, dengan anggaran yang memadai. Tidak malah memotongnya.

Menurut Wakil Ketua MPR-RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA, berdamai dengan Covid-19, itu mestinya dibarengi dengan kebijakan perintah kepada Kemenristek, Kemenkes serta lembaga-lembaga lain, melakukan koordinasi serta kerjasama agar segera menemukan vaksin Covid-19. Karena itu pemerintah harus mendukung riset di Kemenristek, dengan anggaran yang memadai. Tidak malah memotongnya.

Foto: istimewa
Berdamai dengan Corona, diartikan dengan usaha serius dan anggaran riset memadai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Ketua MPR-RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA, mengomentari  pernyataan Presiden yang hendak berdamai dengan Covid-19.  Menurut Hidayat, keinginan berdamai dengan Covid-19, itu mestinya dibarengi dengan kebijakan perintah kepada Kemenristek,  Kemenkes serta lembaga-lembaga lain,  melakukan koordinasi serta kerjasama agar segera menemukan vaksin Covid-19. Karena itu pemerintah harus mendukung riset di Kemenristek, dengan anggaran yang memadai. Tidak malah memotongnya. 

Mengajak berperang atau berdamai dengan Corona,  hingga  ditemukan vaksin,  tanpa usaha serius dan anggaran yang memadai untuk riset, menurut Hidayat akan menjadi bukti Pemerintah tak serius ingin memutus penyebaran virus Covid-19. 

Pasalnya, anggaran di Kemenristek tidak mengalami penambahan, bahkan dipotong besar-besaran. Padahal, riset sangat dibutuhkan untuk menemukan vaksin Covid-19 sebagai cara efektif untuk menyelesaikan darurat kesehatan bencana nasional Covid-19. Apalagi jumlah korban yang  terpapar semakin banyak, termasuk korban meninggal dari kalangan tenaga kesehatan. 

“Untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dan NKRI, mestinya Presiden komitmen dengan menambahkan anggaran riset untuk percepatan penemuan vaksin, bukan malah memangkasnya. Pak Jokowi, kita tidak akan bisa menang perang atau berdamai dengan Korona, dan berdaulat secara kesehatan, jika kita tidak maksimal mendukung upaya penemuan vaksin”, demikian disampaikan Hidayat dalam keterangan tertulis di Jakarta (10/5).

Mengutip Perpres 54/2020 yang memotong anggaran Kemenristekdikti sebesar Rp 40 Triliun, menurut Hidayat itu  adalah prosentasi potongan anggaran terbesar, dibanding pemotongan Kementrian lainnya. Meskipun Pemerintah bisa berkilah bahwa pemotongan itu terkait perubahan nomenklatur, ruang realokasi internal Kemenristek, namun  untuk mendukung riset vaksin tentu semakin kecil, apalagi  dengan hanya anggaran tersisa sebesar Rp 2 Triliun. Bahkan, Menteri Ristek menyebutkan  pihaknya hanya menganggarkan Rp 40 miliar untuk riset vaksin Covid-19. 

Politisi PKS ini menyebutkan dalam kondisi normal, idealnya dana riset tidak kurang dari 2 persen PDB, namun Indonesia selama ini masih terjebak di kisaran 0,3 persen PDB. Apalagi dalam situasi pandemi dan bencana nasional yang mengancam eksistensi Bangsa. Karena itu menurut Hidayat pemerintah harus memprioritaskan anggaran riset. Ia bahkan mencontohkan anggaran riset vaksin di beberapa negara sangatlah besar. Di Amerika Serikat misalnya mencapai  Rp 16,3 Triliun, India sebesar  Rp 1,6 Triliun, dan Inggris dengan Rp 1,1 Triliun.

“Saya khawatir Indonesia terlambat  menemukan vaksin Covid-19, dan mengakibatkan semakin banyak korban yang jatuh akibat covid-19. Karena itu agar perang melawan covid-19 yang digaungkan Presiden Jokowi saat Konferensi virtual G20 bisa dimenangkan, pemerintah perlu senjata yang efektif antara lain adanya vaksin.

Kalaupun damai, maka damai dengan Covid-19 akan bermanfaat dan selamatkan Bangsa, bila vaksin itu segera ditemukan oleh  pihak Indonesia. Dan itu hanya akan terjadi bila Pemerintah serius mendorong riset untuk menemukan vaksin Covid-19.  Untuk itu pemerintah harus  segera merealokasi anggaran unt meningkatkan anggaran riset di kemenristek dan kemenkes, bukan malah memotongnya”, kata Hidayat lagi.  

Hidayat mencemaskan ketidakseriusan  ini sebagai tanda bahwa rakyat disuruh cari selamat sendiri tanpa keseriusan Pemerintah. Menurutnya, hal ini akan tercatat sebagai preseden buruk dalam sejarah bangsa. 

“Mestinya Pemerintah lebih serius, tidak sekedar menunggu ditemukannya vaksin dan Rakyat dibuat bingung, dengan pernyataan dan kebijakan pejabat negara yang simpang siur, gonta-ganti, dan tidak fokus untuk efektif atasi penyebaran covid-19, seperti masalah transportasi dan PSBB itu”, kata Hidayat lagi.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler