Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

The Fed: Amerika Sulit Capai Pemulihan Ekonomi V-Shape 

Ahad 10 May 2020 08:22 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha

Relawan Ahmad Soliman (33 tahun) (kiri) membagikan makanan bagi warga yang membutuhkan di lingkungan Bay Ridge, Brooklyn, New York, Amerika Serikat (AS), 29 April 2020. Gubernur The Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari menilai, ekonomi Amerika akan sulit kembali ke laju pertumbuhan normal dalam jangka waktu yang cepat.

Relawan Ahmad Soliman (33 tahun) (kiri) membagikan makanan bagi warga yang membutuhkan di lingkungan Bay Ridge, Brooklyn, New York, Amerika Serikat (AS), 29 April 2020. Gubernur The Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari menilai, ekonomi Amerika akan sulit kembali ke laju pertumbuhan normal dalam jangka waktu yang cepat.

Foto: AP Photo/Wong Maye-E
The Fed berharap, situasi pascakrisis keuangan 2007-2009 tidak terulang.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANSISCO – Gubernur The Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari menilai, ekonomi Amerika akan sulit kembali ke laju pertumbuhan normal dalam jangka waktu yang cepat. Pandemi Covid-19 yang menuntut masyarakat untuk tinggal di rumah yang telah memusnahkan banyak pekerjaan menjadi faktor utama pesimisme Kashkari.

Proyeksi ini berbeda dengan pandangan awal Kashkari beberapa bulan lalu. Saat itu, ia masih optimistis, ekonomi Amerika dapat pulih dan membentuk pemulihan dengan kurva V-shape. Virus pun dapat dimatikan, sehingga kehidupan sosial maupun aktivitas ekonomi Amerika dapat kembali normal.

Pola v-shape merupakan situasi yang menggambarkan periode penurunan ekonomi yang dilanjutkan dengan pemulihan secara cepat.

Sayangnya, Covid-19 terus menyebar di seluruh pelosok Amerika. Hampir 1,3 juta orang terinfeksi sampai saat ini dan lebih dari 77 ribu orang meninggal.

Sementara itu, vaksin dan perawatan efektif rasanya sulit dicapai selama satu atau dua tahun mendatang. "Sayangnya, kami akan mengalami pemulihan yang lambat dan lama, akibat kehilangan pekerjaan yang benar-benar menghancurkan," kata Kashari dalam sebuah wawancara di PBS Newshour yang dilansir Reuters, Sabtu (9/5).

Situasi ekonomi AS terbaru menuntut pemangkasan 20,5 juta pekerjaan pada bulan lalu, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja, Jumat (8/5). Kebijakan lockdown yang dilakukan oleh negara bagian dan pemerintah daerah untuk mengekang penyebaran virus menjadi penyebabnya.

Pendapat Kashkari bukan pandangan dominan di The Fed yang telah memangkas suku bunga menjadi nol, membeli triliunan dolar obligasi dan memberi kredit pada pemerintah maupun bisnis lokal. Rangkaian kebijakan ini dilakukan untuk mencegah pasar keuangan dari kehancuran dan menjaga perekonomian dari tekanan yang berpotensi memburuk.

Gubernur The Federal Reserve San Fransisco Mary Daly mengatakan, tindakan Fed yang belum pernah terjadi sebelumnya dan stimulus senilai 3 triliun dolar AS oleh Kongres AS sebagai upaya penyelamatan akan membantu ekonomi Amerika.

"Apa yang saya harapkan, kita dapat kembali ke kondisi awal dengan aman. Kita dengar pejabat kesehatan, kita melakukannya secara perlahan, tapi bertahap. Jika kita melakukan hal-hal tersebut dan dapat kembali dengan aman, maka saya berharap, kita akan tumbuh positif pada 2021," kata Daly.

Daly menambahkan, pihaknya memastikan perbaikan pasar tenaga kerja akan berjalan dengan cepat. Ia berharap, situasi pascakrisis keuangan 2007-2009 tidak terulang, dimana dibutuhkan 10 sampai 12  tahun untuk memperbaiki pasar kerja.

Daly menekankan, kunci utama perbaikan ekonomi Amerika adalah penyebaran virus. Selama mereka dapat menangani penyebaran virus, maka Amerika akan kembali seutuhnya. "Itu tidak akan cepat, menurut saya, itu tidak akan berbentuk V-shape," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA