Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Bantuan Pemerintah tak Cukup, Ganjar Siapkan Zakat

Sabtu 09 May 2020 14:00 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Esthi Maharani

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Foto: Antara/Aji Styawan
Ganjar meminta masyarakat membayar zakat di awal ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan, bantuan dari pemerintah tidak akan pernah cukup dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Ia mengatakan, pemerintah provinsi (pemprov) tengah menyiapkan anggaran untuk bantuan masyarakat yang berasal dari luar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

"Saya sudah menyiapkan anggaran di luar APBD, apa itu? Kami punya zakat, infak, sedekah, terhimpun di Baznas (Badan Amil Zakat Nasional," ujar Ganjar dalam diskusi virtual, Sabtu (9/5).

Dengan demikian, ia telah meminta masyarakat membayar zakat di awal ramadan dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, Ganjar menyebutkan, dana yang disiapkan juga berasal dari filantropi serta program corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.

"Maka lumbung pangan hari ini untuk menginsert sehingga anggaran-anggaran ini orang tidak panik," tutur dia.

Ganjar mengatakan, anggaran itu disiapkan juga untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan tetapi saat ini tidak masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ia mengakui, Indonesia saat ini menghadapi carut marut terkait data penerima bantuan sosial.

Sehingga, ia meminta bantuan Telkom dan dinas sosial provinsi hingga pemerintahan desa untuk mendata warga yang berhak menerima bantuan terkait Covid-19. Di sisi lain, Ganjar menunda penyaluran bantuan pemprov dengan menuntaskan penyerahan bantuan pemerintah pusat dahulu.

Ia juga ingin masyarakat siap sedia agar bisa bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19. Caranya, Jawa Tengah meluncurkan program 'Jogo Tetonggo', artinya menjaga tetangga yang dilakukan tingkat RW.

Program ini mendorong masyarakat mendata, melakukan pencegahan, edukasi, termasuk penyediaan lumbung pangan. Cara ini juga dilakukan untuk mendata warga yang sudah mendapatkan bantuan, asal bantuan, warga yang dapat menerima bantuan tetapi belum terdata, hingga warga yang mampu membantu yang lainnya.

"Maka saya simpan dulu kekuatan ini untuk terakhir, dan saya sudah sampaikan kepada pejabat saya semuanya, bapak/ibu sampaikan kepada masyarakat, bantuan pemerintah tidak akan pernah cukup, tolong sampaikan tidak akan pernah cukup, diulang-ulang," kata Ganjar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA