Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

'Jika Pasar Ditutup, Kebutuhan Masak tak Bisa Disediakan'

Sabtu 09 May 2020 04:22 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Agus raharjo

Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Salatiga memberi pengumuman waktu pasar pagi akan habis kepada pedagang di Pasar Pagi Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (29/4). Pemerintah Kota Salatiga menata para pedagang pasar pagi dengan menerapkan physical distancing satu meter antarpedagang.

Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Salatiga memberi pengumuman waktu pasar pagi akan habis kepada pedagang di Pasar Pagi Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (29/4). Pemerintah Kota Salatiga menata para pedagang pasar pagi dengan menerapkan physical distancing satu meter antarpedagang.

Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Ekonomi masyarakat Kota Salatiga saat ini terpuruk akibat Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar tradisional di Salatiga viral di media sosial karena menerapkan jaga jarak atau physical distancing antarlapak pedagang saat pandemi Covid-19. Wali Kota Salatiga, Yuliyanto mengatakan, hal ini sebagai upaya agar pedagang masih bisa berjualan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Kalau pasar ini ditutup, tentunya ada yang jadi kebutuhan dari ibu-ibu yang masak di rumah, stay di rumah, tentunya tidak bisa disediakan. Dari hal itu, bagaimana kalau pasar ini tetap kita buka tetapi diberlakukan standar atau protokol kesehatan," tutur Yuliyanto dalam diskusi virtual 'MarkPlus Industry Roundtable', Jumat (8/5).

Baca Juga

Ia mengaku, jajaran pemerintah daerah mengatur jarak antarpedagang. Tempat mencuci tangan juga disediakan di area pasar, dan penjual maupun pembeli diwajibkan memakai masker.

Yuliyanto menegaskan, siapapun tidak boleh masuk kawasan pasar jika tidak memakai masker. Tak terkecuali bagi pedagang, mereka yang tidak menggunakan masker tidak diizinkan berjualan. "Alhamdulillah pada hari yang kedua saya cek dari ratusan pedagang, pengunjung, hanya satu yang (tidak memakai masker), itu pun lupa bawa," kata Yuliyanto.

Petugas kemudian mengingatkan yang bersangkutan untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Bahkan, petugas pun dibekali masker cadangan jika ada warga yang lupa memakai masker.

Menurut Yuliyanto, penerapan jaga jarak di pasar tradisional sebagai upaya bertahan di tengah wabah virus corona, baik untuk pencegahan penyebaran maupun menjaga ekonomi masyarakat. Sebab, ekonomi masyarakat Kota Salatiga saat ini terpuruk akibat Covid-19.

Di sisi lain, masyarakat yang sedang mengikuti imbauan pemerintah tetap di rumah saja pun harus terpenuhi kebutuhannya. Ia menuturkan, penanganan Covid-19 membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari masyarakat, ketua paguyuban, dinas terkait, TNI/Polri, dan sebagainya.

"Jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat sadar, berpartisipasi aktif. Karena covid ini tidak untuk diperangi, tetapi bagaimana dihindari dan dikendalikan. Untuk menghindari supaya tidak tertular, kemudian dikendalikan. Kalau diperangi pasti kita kalah, wong kita tidak tahu virusnya semacam apa," jelas dia.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA