Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Harga Bitcoin Tembus Rp150 Juta, Ini Penyebabnya

Sabtu 09 May 2020 03:45 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Harga Bitcoin Tembus Rp150 Juta, Ini Penyebabnya. (FOTO: Reuters/Benoit Tessier)

Harga Bitcoin Tembus Rp150 Juta, Ini Penyebabnya. (FOTO: Reuters/Benoit Tessier)

Harga Bitcoin Tembus Rp150 Juta, Ini Penyebabnya

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Bitcoin menyentuh Rp150 juta pada pagi tadi (8/5/2020) dan merupakan harga tertinggi semenjak Agustus 2019 lalu. Ini menandakan bahwa tren kenaikan harga atau bullish sudah dimulai, seperti yang diramalkan sebelumnya.

Oscar Darmawan, CEO INDODAX, perusahaan platform investasi aset kripto terbesar di Indonesia, sependapat dengan analisis dari Amerika Serikat dan negara lain. Dia mengatakan, dalam beberapa bulan ke depan, bitcoin akan berpotensi mengalami kenaikan harga secara terus menerus atau tren bullish.

Baca Juga: Wow, Ini Lho Negara-Negara Surga-nya Bitcoin

"Saya sependapat dengan para analisis dari Amerika Serikat, seperti yang dikutip dari Bloomberg dan media lainnya bahwa bitcoin akan mengalami tren bullish pada tahun ini. Hari ini harga bitcoin mencapai Rp150 juta. Artinya, kenaikan Bitcoin akan terbuka lebih besar mengingat sudah menembus harga resisten yaitu 10 ribu dollar per 1 Bitcoin atau Rp150 juta rupiah per 1 Bitcoin," kata Oscar Darmawan, di Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Dia mengatakan, faktor yang meningkatkan harga bitcoin di antaranya adalah peralihan investor atau trader dari ekuitas atau saham. Para pemain saham dan ekuitas di seluruh dunia kompak dan secara masif beralih ke bitcoin. Hal ini karena pasar ekuitas di seluruh dunia masih belum menunjukkan pemulihan karena wabah Covid-19.

"Peralihan pemain ekuitas membuat demand bitcoin meningkat dan membuat harga bitcoin juga meningkat. Kenaikan harga belakangan dimanfaatkan oleh mereka yang selama ini berinvestasi di saham atau bahkan produk lain untuk ikut bertransaksi di perdagangan kripto. Hal itu karena bitcoin terbukti tidak mempan diterjang resesi ekonomi corona, karena statusnya sebagai safe haven aset class teruji kembali," katanya.

Oscar Darmawan menguatkan argumennya bahwa selama Covid-19, harga bitcoin terus mengalami kenaikan. Faktanya, dua bulan lalu, harga bitcoin sempat menyentuh Rp70 jutaan. Sebelum menanjak ke Rp150 juta, harga bitcoin sudah menunjukkan tren kenaikan harga dan sempat lama bertahan di sekitaran Rp100-Rp110 juta pada April 2020.

"Bitcoin mengalami tren kenaikan harga di saat produk investasi lain masih belum menunjukkan pemulihan, bahkan hingga saat ini," lanjutnya.

Selain itu, faktor lainnya yang meningkatkan harga bitcoin adalah bahwa orang-orang sudah mengambil posisi untuk menyambut halving day yang merupakan pembatasan supply bitcoin. Momen halving day terjadi pada Mei 2020. Ini merupakan momen 4 tahun sekali di mana supply bitcoin akan berkurang setengahnya.

"Inilah kenapa harga bitcoin akan mengalami tren bullish pada tahun ini. Belum halving day saja harga bitcoin sudah meningkat, apalagi masa setelah halving day nanti," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA