Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

'Pengunduran Hanafi Bukan Akhir Segalanya Bagi PAN'

Jumat 08 May 2020 15:28 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Mas Alamil Huda

Hanafi Rais.

Hanafi Rais.

Foto: DPR RI
PAN saat ini dinilai sudah berhasil bermetamorfosa menjadi partai modern.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Putra sulung Amien Rais, Hanafi Rais, menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Ketua Fraksi DPR periode 2019-2024. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno melihat pengunduran Hanafi bukanlah akhir segalanya bagi PAN.

"Mundurnya Hanafi Rais tentu berpengaruh ke internal PAN, meski tidak terlampau signifikan. Suka tak suka, Hanafi adalah salah satu figur penting yang bisa disebut sebagai representasi Amien Rais. Meski begitu, mundurnya Hanafi bukan akhir segalanya (bagi PAN)," kata Adi kepada Republika, Jumat (8/5).

Adi menjelaskan, PAN saat ini dinilai sudah berhasil bermetamorfosa menjadi partai modern yang tak menggantungkan masa depan politiknya hanya pada satu figur kunci. Menurutnya, kekuatan PAN kini menyebar di berbagai struktur yang sudah terkonsolidasi.

Selain itu, mundurnya Hanafi makin menebalkan rumor pembentukan partai baru yang selama ini berkembang. Kemunculan partai baru tersebut menurutnya kini tinggal menunggu waktu saja.

"Tinggal tunggu saja apakah PAN akan melahirkan anak kandung baru parpol," ujar akademisi Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta tersebut. 

Sebelumnya salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Putra Jaya Husein, mengatakan, tokoh senior PAN Amien Rais sangat serius mendirikan partai baru. Bahkan, Putra mengeklaim, saat ini proses penyusunan partai baru sudah 70 persen. 

 

"70 persen (proses pembentukan parpol baru) namun kemunduran Hanafi ini mempengaruhi percepatan pembentukan partai baru. Jadi jangan dibalik, bukan Hanafi itu bersikap karena ingin membuat partai baru, sikap Hanafi itu yang mendorong keras kami berpikir untuk mendirikan partai baru," kata Putra.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA