Jumat 08 May 2020 06:06 WIB

Sudah 41 Pasien Positif Covid-19 Sembuh di Sumbar

Total kasus positif covid-19 di Sumbar sebanyak 252 orang. 

Rep: Febrian Fachri/ Red: Friska Yolandha
Suasana kawasan Jam Gadang yang sepi saat menjelang senja di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (17/4). Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Sumatra Barat terus bertambah.
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Suasana kawasan Jam Gadang yang sepi saat menjelang senja di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (17/4). Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Sumatra Barat terus bertambah.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Sumatra Barat terus bertambah. Data yang dirilis corona.sumbarprov.go.id pada Kamis (7/5) mencatat ada tambahan 3 orang pasien Covid-19 yang berhasil sembuh. Sehingga total pasien sembuh menjadi 41 orang.

Angka kesembuhan pasien Covid-19 Sumbar lebih tinggi dari pasien meninggal. Jumlah positif Covid-19 yang meninggal di Sumbar tercatat 16 orang. 

Baca Juga

Sementara itu, terdapat tambahan 14 orang tertular virus corona. Total orang yang sudah terpapar covid-19 di Sumbar sebanyak 252 orang. 

Dari 252 orang tersebut, 110 dirawat di berbagai rumah sakit rujukan covid-19 di Sumbar. Sebanyak 54 orang isolasi mandiri di rumah, 13 orang islolasi di Bapelkes dan 18 orang isolasi di BPSDM. 

Sementara itu Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Sumbar sebanyak 8.657 orang. Sebanyak 147 ODP menjalani karantina di fasilitas yang disediakan Pemda, 99 orang isolasi mandiri di rumah, sisanya 8.411 sudah selesai pemantauan. 

Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sumbar sebanyak 521 orang. Dengan rincian 63 orang dirawat di berbagai rumah sakit sambil menantikan hasil tes swab, 1 orang isolasi mandiri di rumah dan 457 orang sudah dinyatakan negatif covid-19 dan dalam keadaan sehat. 

Ahli kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang Dr dr Andani Eka Putra menilai peningkatan kasus positif Covid-19 di Sumatra Barat pertanda baik dari sudut pandang penanganan wabah. "Saya berani mengatakan kalau kasus kita banyak dan meningkat terus. Itu menggembirakan karena yang ditemukan adalah orang-orang yang berpotensi menularkan sehingga bisa diputus mata rantai Covid-19 ini," katanya di Padang, Kamis (7/5).

Menurut Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand tersebut dalam penanganan Covid-19, yang paling utama dilakukan adalah menegakkan identifikasi kasus. Lalu segera melakukan pemutusan mata rantai penularan.

"Coba bayangkan kalau orang tanpa gejala tidak teridentifikasi. Berapa banyak orang-orang akan terinfeksi oleh mereka sehingga kasus semakin membesar," katanya

Ia menjelaskan hingga saat ini jumlah pasien positif Covid-19 di Sumbar sebanyak 72,6 persen merupakan orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG). Hanya 27,4 persen pasien dalam pengawasan (PDP) yang berada di rumah sakit.

"Artinya data ini memperlihatkan ada upaya serius Sumbar untuk mendeteksi sebanyak mungkin OTG dan ODP karena mereka adalah sumber penular," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement