Kamis 07 May 2020 15:59 WIB

Kementan: Serapan Ayam Peternak Mandiri Capai 14,9 Persen

Kementan mendorong penyerapan ayam ras peternak mandiri terus dilakukan.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya
Pekerja mengutip telur ayam ras di kandang UPTD Balai Ternak Non Ruminansia (BTNR) Dinas Peternakan Provinsi Aceh, Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Kamis (27/2/2020).
Foto: Antara/Irwansyah Putra
Pekerja mengutip telur ayam ras di kandang UPTD Balai Ternak Non Ruminansia (BTNR) Dinas Peternakan Provinsi Aceh, Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Kamis (27/2/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menyatakan, proses penyerapan ayam ras peternak mandiri oleh perusahaan perunggasan terintegrasi mencapai 14,9 persen dari total komitmen. Kementan mendorong penyerapan terus dilakukan hingga sesuai perjanjian dengan pemerintah.

Direktur Jenderal PKH Kementan, I Ketut Diarmita, mengatakan, tercatat hingga 7 Mei 2020, jumlah ayam yang sudah diserap oleh perusahaan mitra peternakan sebanyak 613.870 ekor atau setara 14,9 persen dari komitmen yang disepakati 4.119.000 ekor.

Baca Juga

“Kami terus mengimbau perusahaan pembibitan ayam ras dan perusahaan pakan ternak yang telah melakukan pembelian livebird agar dapat terus memaksimalkan penyerapan sesuai komitmennya,” kata Ketut di Jakarta, Kamis (7/5).

Lebih lanjut, ia memerinci pada tingkat tingkat provinsi, di Provinsi Jawa Barat sebanyak 312.024 ekor, Banten 18.695 ekor, Jawa Tengah 181.585 ekor, DI Yogyakarta 6.847 ekor, Jawa Timur 79.487 ekor, dan Sumatera Utara 15.232 ekor.

"Masih ada dua perusahaan yang belum melaporkan hasil pembelian livebird peternak mandiri, kami harapkan perusahaan mitra tersebut dapat segera melaporkan," tambahnya.

Ketut menyampaikan terdapat enam mitra peternakan yang penyerapannya sudah mencapai di atas 50 persen dari komitmennya. Selain itu, terdapat pula perusahaan yang penyerapannya melebihi target 100 persen yakni PT Expravet, PT Intertama Trikencana Bersinar, dan PT Ayam Manggis, dan CV Surya Inti Pratama.

“Kami apresiasi komitmen yang diberikan sebagai wujud solidaritas untuk saling menguatkan rasa kebersamaan dalam membantu peternak lainnya saat ini,” ucapnya.

Adapun untuk dari segi volume, penyerapan terbesar dilakukan oleh PT Charoen Pokphand yakni mencapai 190.513 ekor atau 19,05 persen dari komitmennya. Selain itu, diikuti oleh PT De Heus sebanyak 115.161 ekor atau 11,52 persen dari komitmen.

Head Poultry Value Chain PT De Heus, Bagus Pekik, mengatakan,  pihaknya memahami permasalahan peternak mandiri yang kesulitan karena harga livebird yang rendah. Karena itu, perusahaan ikut berkontribusi membantu membeli ayam ras dari peternak mandiri.

"Kami siap membeli satu juta ekor livebird peternak mandiri, walaupun kami tidak memiliki RPHU dan Cold Storage, namun kami carikan untuk membantu masalah ini," tambah Bagus.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah, Lalu Muhamad Syafriadi, berharap, fasilitasi penyerapan ayam ras oleh perusahaan perunggasan dapat mengurangi suplai ayam ke pasar. Dengan begitu, diharapkan terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran ayam di pasar yang berdampak pada perbaikan harga.

"Diharapkan harga akan meningkat dan pada gilirannya peternak bisa menikmati hasil usahanya," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement