Kamis 07 May 2020 20:28 WIB

Alibaba Business School Terbitkan Buku Panduan Saat Krisis

Alibaba Business School Terbitkan Buku Panduan Saat Krisis Bagi Pengusaha

Rep: Jeihan Kahfi Barlian (swa.co.id)/ Red: Jeihan Kahfi Barlian (swa.co.id)
Ilustrasi Alibaba Business School. (sumber: Bloomberg)
Ilustrasi Alibaba Business School. (sumber: Bloomberg)

Alibaba Business School baru saja meluncurkan buku panduan berjudul 'Digital Action for Entrepreneur in the Age of Covid-19' yang memuat temuan serta pengetahuan bisnis dari Grup Alibaba dan ekosistem digitalnya. Tersedia dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dengan format digital secara gratis, buku ini bertujuan untuk menjadi referensi dan panduan bagi para pelaku usaha untuk melalui masa penuh tantangan di tengah pandemi Covid-19.

Dalam kata pengantar buku panduan, Brian Wong, Vice President of Global Initiatives Alibaba Group menyebutkan bahwa di masa pandemi ini saatnya para pengusaha digital untuk berkumpul di komunitasnya masing-masing dan menciptakan solusi-solusi untuk melindungi dan saling membantu satu sama lain. ”Di berbagai wilayah di dunia, para pengusaha adalah penggerak yang dibutuhkan masyarakat. Merekalah yang berani melakukan perubahan untuk bisa bertahan hidup, dan pada akhirnya bertumbuh bersama setelah melewati krisis ini,” kata Brian.

Sebagai sebuah entitas dengan 30 unit bisnis yang beroperasi secara global, Alibaba tidak luput dari dampak yang dihasilkan pandemi ini. Namun, sejak awal Alibaba sudah mengambil keputusan yang tangkas dan berani untuk melindungi serta membantu para karyawan, merchant, dan perusahaan yang beroperasi di platform-nya.

Alibaba telah meluncurkan serangkaian langkah-langkah finansial dan berbagai perangkat digital untuk memitigasi dampak negatif dan disrupsi pada para pelaku usaha kecil-menengah, yang menjadi urat nadi Alibaba. Selain itu, teknologi dan platform digital Alibaba juga menjadi bekal bagi para pakar medis dalam menghadapi pandemi ini.

“Beberapa minggu terakhir, kami merasa ada urgensi untuk berkontribusi lebih pada masyarakat. Kami merasa, AGI mempunyai suatu hal bernilai yang bisa ditawarkan pada dunia. AGI didirikan karena kami menyadari pentingnya membagikan paradigma ekonomi digital untuk menciptakan masyarakat yang inklusif,” ujar Brian menambahkan.

Buku panduan ini memuat studi-studi kasus dari berbagai unit bisnis Alibaba seperti Cainiao, Alibaba Cloud, Fliggy, Ant Financial, Tmall, Taobao dan Lazada, serta memberikan penjelasan mengenai langkah dan alasan di balik segala inisiatif yang diluncurkan selama masa pandemi. Berangkat dari pengalaman Alibaba sendiri, buku panduan ini juga merefleksikan fondasi Alibaba yang dibangun dua dekade lalu, yang telah mempertahankan kekokohan perusahaan, menjadi kunci bagi para pemimpin, serta menjadi pegangan di masa yang akan datang.

Ada beberapa poin yang ingin kami tekankan dari buku ini, khususnya bagi pemilik UKM. “Pertama, ketahuilah bahwa Anda mempunyai peran dan pengaruh penting untuk masyarakat di tengah krisis ini. Kedua, jangan mencoba menyelesaikan masalah sendirian. Cobalah berkolaborasi dengan mitra atau perusahaan lain yang bisa saling mendukung dan membantu upaya yang Anda lakukan,” papar Brian.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement