Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Lawan Kritik, Trump Tambah Anggota Gugus Tugas Corona

Kamis 07 May 2020 08:13 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Donald Trump akan mengumumkan anggota baru gugus tugas virus corona pada awal pekan depan. Ilustrasi.

Donald Trump akan mengumumkan anggota baru gugus tugas virus corona pada awal pekan depan. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/Oliver Contreras / POOL
Trump akan mengumumkan anggota baru gugus tugas virus corona pada awal pekan depan

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menambah anggota gugus tugas Gedung Putih yang menangani virus corona di negara tersebut. Dia menyatakan, penambahan anggota sebagai penasihat ini untuk fokus pada keselamatan dan memulihkan kembali negara agar bisa kembali normal.

"Anda harus menjadi pejuang, kita tidak bisa membuat negara kita ditutup selama bertahun-tahun dan kita harus melakukan sesuatu. Mudah-mudahan itu tidak akan menjadi masalah, tetapi bisa jadi itu masalahnya," ujar Trump menegaskan keputusan kembali menggerakan AS.

Trump mengatakan akan mengumumkan anggota baru gugus tugas virus corona pada awal pekan depan. Diperkirakan akan ada dua atau tiga anggota baru yang terlibat dalam pemberian rekomendasi untuk pembukaan kembali AS.

Keputusan ini dilakukan setelah dia mendapatkan kritik karena dianggap terlalu terburu-buru memulai kembali perekonomian dan bisnis. Padahal, AS melaporkan lebih dari 71 ribu orang meninggal dunia dengan 1,2 juta kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Banyak pihak termasuk politisi resah upaya penormalan aktivitas justru akan berbahaya.

"Jika Anda merusak ilmu pengetahuan, jika Anda kekurangan dana pengujian, jika Anda melebih-lebihkan peluang yang ada di luar sana untuk ekonomi dengan risiko orang sekarat, itu bukan rencana," kata Ketua House of Representatives Nancy Pelosi.

Pelosi menegaskan kematian bukanlah motivator dan stimulus ekonomi. Dia memperingatkan agar Trump tidak mengurangi pembatasan tinggal di rumah dan pembatasan jarak sosial tanpa lebih banyak pengujian terhadap virus.

Gugus tugas Gedung Putih sampai saat ini memiliki anggota para profesional medis yang berfokus pada memerangi pandemi. Beberapa di antaranya kadang-kadang menawarkan bimbingan yang bertentangan dengan Trump, termasuk kapan harus meredakan pembatasan.

Pedoman Gedung Putih mengatakan bahwa jumlah kasus baru harus menunjukan penurunan selama 14 hari. Pengujian terhadap virus corona juga harus dilakukan secara luas dan perlindungan lainnya harus diberlakukan sebelum penghentian dapat dihapus.

Pakar penyakit menular dan anggota gugus tugas Anthony Fauci mengakui telah kehilangan argumen menentang pembukaan kembali negara terlalu cepat. "Ada wilayah dan kota di mana Anda dapat melakukannya dengan aman sekarang. Tetapi ada yang lain jika Anda melakukannya, itu benar-benar berbahaya," katanya kepada CNN.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA