Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Polres: Masyarakat Cirebon Belum Patuhi Aturan PSBB Jabar

Rabu 06 May 2020 23:59 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas dari Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memeriksa penumpang bus yang keluar dari gerbang Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemerisaan tersebut untuk melihat jumlah dan tujuan penumpang serta memastikan penerapan Physical Distancing di dalam bus sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19

Petugas dari Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memeriksa penumpang bus yang keluar dari gerbang Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemerisaan tersebut untuk melihat jumlah dan tujuan penumpang serta memastikan penerapan Physical Distancing di dalam bus sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19

Foto: ANTARA/Dedhez Anggara
Polres Cirebon sebut masyarakat banyak melanggar aturan penggunaan masker

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Polres Cirebon Kota mendapati banyak masyarakat yang belum mematuhi peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada hari pertama.

"Kita masih banyak menemukan masyarakat yang tidak mengenakan masker saat keluar rumah," kata Kasubag Humas Iptu Ngatidja di Cirebon, Rabu (6/5). Ngatidja menuturkan pada hari pertama PSBB Jawa Barat, anggota Polres Cirebon Kota yang tersebar di beberapa tempat terus melakukan sosialisasi dan juga edukasi kepada masyarakat.

Dari beberapa laporan yang masuk masih banyak masyarakat beraktivitas di luar rumah tanpa mengenakan masker. "Kami mengedukasi setiap masyarakat yang keluar rumah agar terus mengenakan masker selama masa PSBB," ujarnya.

Dia melanjutkan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota juga termasuk jalur mudik dari Jakarta ke Jawa Tengah dan lainnya, untuk itu juga didirikan beberapa cek poin. Jika terindikasi pemudik yang menuju kampung halaman, maka mereka yang ketahuan akan disuruh putar balik ke tempat asal.

Tidak hanya memeriksa kendaraan pribadi, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kendaraan umum dan setiap kendaraan umum harus menerapkan 'physical distancing'. "Para penumpang juga akan diperiksa dan kalau ada indikasi sakit akan langsung dievakuasi tim medis ke tempat yang sudah disediakan," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA