Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

 Rabu 06 May 2020 22:32 WIB

Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar Foto: republika Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar sangat besar ganjaran pahalanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Malam Lailatul Qadar ialah malam yang mendapat tempat spesial di sisi Allah SWT. Allah menyiapkan pada malam tersebut ampunan-Nya yang sangat besar juga ganjaran pahala lainnya.

Baca Juga

Sehingga sangat disayangkan bagi seorang Muslim apabila melewatkan Lailatul Qadar itu. Lailatul Qadar juga disebut sebagai malam 1.000 bulan dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Alquran. 

Sebagaimana dalam surat Al-Qodr ayat 3, yang artinya, jika seorang Muslim beribadah pada malam tersebut, berarti ia mendapat fadhilah ibadah selama 83 tahun lebih, sedangkan belum tentu seorang Muslim bisa hidup selama itu. Tetapi Allah menyiapkan itu untuk umat-Nya. 

Lalu bagaimana mendapatkan Lailatul Qadar? Dikutip dari buku Meraih Lailatul Qadr, Ahmad Zarkasih mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan seorang Muslim untuk meraih Lailatul Qadar, sebagai berikut

Menghidupkan malam

Menghidupkan malam artinya, mengisi kegiatan malam dengan beribadah, misalnya membaca Alquran. "Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan ihtisab (mengharapkan pahala), niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau,” (HR Bukhori)

Kata 'menghidupkan' dalam hadits tersebut ialah kata umum yang berarti apa yang dilakukan pada malam ini tidak terpaku pada satu jenis ibadah. Bisa dengan sholat, membaca Alquran, iktikaf, berzikir, berdoa, dan makan sahur pun termasuk ibadah.

Memperbanyak zikir dan doa

Membanyak zikir adalah salah satu cara paling mulia untuk menghabiskan malam guna mendapat kemulian malam Lailatul Qadar. Apalagi dzikir yang memang benar-benar diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. 'Laa llaaha Illallah' yang disebutkan dalam hadits bahwa itu ialah afdhalnya zikir.

Selain itu, berdoa juga menjadi suatu keharusan dan kebutuhan seorang hamba kepada penciptanya pada malam itu. Karena salah satu kemuliaan Ramadhan ialah waktu di mana kemungkinan diijabahnya doa seorang hamba.

Pada malam-malam 10 terakhir ini, Rasul telah mencontohkan doa yang sering beliau baca dan beliau ajarkan kepada umatnya melalui istrinya Aisyah ra. "Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, dan Engkau mencintai maaf, maka maafkan aku," (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah)

Memperbanyak tilawah Alquran

Seorang Muslim tidak diharuskan untuk mengkhatamkan Alquran pada satu malam itu. Akan tetap, jika memang mampu dan bisa mengkhatamkan Alquran itu sungguh lebih baik dan tidak diragukan lagi orang tersebut akan mendapat pahala yang besar. 

Melaksanakan sholat

Tidak ada ketentuan berapa rakaat harus sholat di malam hari Ramadhan, termasuk malam-malam 10 terakhir Ramadhan. Tidak ada batasan apakah itu delapan rakaat atau 20 rakaat, bahkan lebih.

Dan sholat malam tersebut bukanlah termasuk sholat tarawih. Sholat malam bisa diniatkan dengan melakukan sholat tahajud. Namun yang harus diperhatikan ialah, apabila sebelumnya sudah sholat witir usai sholat tarawih, maka sudah tidak boleh lagi melakukan sholat witir karena witir tidak boleh dilakukan sebanyak dua kali dalam satu malam.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X