Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Supermoon Bisa Dilihat di Sepanjang Malam

Rabu 06 May 2020 16:06 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Bulan purnama perige (supermoon) menghiasi langit Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/4/2020). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bulan punama perige 8 April bulatan bulan berukuran cukup besar dibandingkan biasanya karena pada malam itu bulan sedang menuju jarak terdekatnya dari bumi dan merupakan puncak supermoon pada tahun 2020 ini

Bulan purnama perige (supermoon) menghiasi langit Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/4/2020). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bulan punama perige 8 April bulatan bulan berukuran cukup besar dibandingkan biasanya karena pada malam itu bulan sedang menuju jarak terdekatnya dari bumi dan merupakan puncak supermoon pada tahun 2020 ini

Foto: ANTARAFOTO
Supermoon yang bisa dinikmati selama beberapa hari mulai 5 hingga 8 Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fenomena supermoon atau ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan bumi yang terakhir untuk tahun 2020 dapat disaksikan besok, Kamis (7/5).

"Supermoon 7 Mei, terakhir di 2020. Bisa dilihat sepanjang malam di seluruh dunia. Ukurannya terlihat besar kalau dipotret dan dibandingkan dengan potret purnama rata-rata," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin.

Meski demikian dia memperingatkan bahwa jika melakukan pengamatan biasa tanpa bantuan alat maka akan sulit membandingkan dengan ukuran rata-rata bulan biasanya.

Supermoon adalah fenomena saat bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi sehingga akan tampak lebih besar dan terang dari biasanya. Fenomena ini terjadi ketika Bulan mencapai perigee atau titik terdekat dengan Bumi dalam jalur pengorbitannya.

Namun demikian, supermoon malam ini tidak akan secerah dan sebesar dengan fenomena supermoon yang terjadi pada 7 April lalu. Fenomena April lalu dijuluki pink supermoon. Kepala Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Hendra Suwarta mengatakan semua daerah di Indonesia bisa melihat fenomena supermoon jika tidak terjadi hujan atau mendung.

Supermoon juga memilik pengaruh terhadap kemungkinan pasang permukaan air laut meski pengaruhnya kecil. "Yang lalu saja, yang April ketika supermoon lebih besar, pengaruhnya kecil sekali. Tidak terlalu berpengaruh, meski tetap ada penambahan sedikit pasang laut," kata Hendra.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA