Upaya Mempertahankan Tradisi Sirene Masjid di Pakistan

Rep: Rizky Surya/ Red: Ani Nursalikah

 Rabu 06 May 2020 15:20 WIB

Upaya Mempertahankan Tradisi Sirene Masjid di Pakistan. Sejumlah warga memberikan tanda tempat bagi jamaah untuk menjaga jarak selama sholat di masjid saat menjelang bulan puasa Ramadhan di Rawalpindi, Pakistan. Foto: AP / B.K. Bangash Upaya Mempertahankan Tradisi Sirene Masjid di Pakistan. Sejumlah warga memberikan tanda tempat bagi jamaah untuk menjaga jarak selama sholat di masjid saat menjelang bulan puasa Ramadhan di Rawalpindi, Pakistan.

Sirene masjid di Pakistan hanya dibunyikan ketika Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, FAISALABAD -- Sejak dulu, sirene masjid digunakan dalam menandakan waktu imsak dan berbuka puasa Ramadhan di Pakistan. Setelah mendengar ini, Muslim akan segera berbuka puasa atau menghentikan makannya di waktu imsak.

Bahkan di zaman modern ini, masih ada masjid yang coba mempertahankan tradisi membunyikan sirene. Salah satunya Masjid Sunni Rizvi atau Maulana Sardar Wali yang berlokasi di Jhang Bazaar. Masjid tersebut mempertahankan tradisi sirene yang telah ada sejak seabad lalu.

Baca Juga

Para generasi muda mungkin kurang familiar dengan bunyi sirene masjid. Mereka mungkin lebih biasa menggunakan alarm. Tapi suara sirene masjid sangat berguna di masa lampau ketika tak ada teknologi pengingat seperti alarm di ponsel pintar dan televisi.

Di masa lampau pun tak semua masjid punya sirene. Hanya sekitar satu dari delapan masjid yang memilikinya. Bunyi alarm pun berbeda sebagai penanda apakah memasuki waktu berbuka atau imsak.

Pengurus Masjid Jami Sunni Rizvi, Ghulam Hassan mengatakan tujuan sirene untuk menandakan Muslim tentang hal penting, termasuk membunyikan waktu berbuka dan imsak. "Sirene digunakan hanya sebagai sinyal untuk memulai dan membatalkan puasa. Dan hanya pada Ramadhan saja dibunyikan," kata Hassan dilansir di The Express Tribune, Rabu (6/5).

Hassan menyebut sirene masjid selalu diperbaiki dan dibersihkan setiap saat. Sehingga sirene berada dalam kondisi awet ketika nanti digunakan.

"Suaranya bisa didengar di seantero kota karena dipasang di menara setinggi 150 meter," kata Hassan.

Tercatat, ada 516 Masjid di Faisalabad, beberapa diantaranya masih berpegang teguh pada budaya membunyikan sirene selama Ramadhan. Bagi masjid yang tak punya sirene, biasanya pengumuman berbuka dan imsak dilakukan oleh muadzin. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X