Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Jubir: Masyarakat Jangah Hanya Disiplin Saat Ada PSBB

Selasa 05 May 2020 23:02 WIB

Red: Bayu Hermawan

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto

Foto: ANTARA FOTO
Jubir penanganan Covid 19 mengingatkan masyarakat jangan hanya disiplin saat ada PSBB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid 19, Achmad Yurianto meminta masyarakat tidak hanya disiplin menjaga jarak dan menggunakan masker saat ada kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Yuri mengatakan, disiplin menjaga jarak, menggunakan masker dan perilaku hidup sehat harus terus dilakukan dimanapun juga untuk memutus penyebaran Covid 19.

"Meskipun di suatu daerah belum ada PSBB, secara mendasar menjaga jarak, menghindari kerumunan, menggunakan masker, mencuci tangan, dan tetap di rumah adalah dasar untuk mencegah penularan Covid 19," kata Yurianto dalam jumpa pers di Graha BNPB sebagaimana dipantau melalui akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, Selasa (5/5).

Baca Juga

Yurianto mengatakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menggunakan masker bila di luar rumah, menjaga jarak, dan tetap di rumah adalah kunci untuk mengendalikan dan memutus rantai penularan Covid 19.

Masyarakat juga diminta untuk saling mengingatkan tentang langkah-langkah memutus rantai penularan Covid 19 dan dengan lapang dada menerima saran dan masukan yang semata-mata untuk mencegah jangan sampai kita tertular atau menularkan Covid 19. "Kita harus betul-betul berjuang bersama-sama agar jangan sampai tertular, jangan sampai orang lain dan saudara kita tertular," tuturnya.

Menurut Yurianto, semakin banyak yang tertular Covid 19 dan dirawat di rumah sakit, maka beban layanan rumah sakit dan sumber daya yang diperlukan akan semakin besar.

Karena itu, yang paling utama dalam pengendalian Covid 19 adalah pencegahan agar tidak tertular, menularkan, dan sakit.

"Kita putus rantai penularan. Itu hanya bisa dilakukan dengan gotong royong dan bersatu terus menerus. Bersinergi dari pusat sampai ke daerah, desa, RT/RW dan tingkat keluarga," katanya.

Hingga Selasa pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan pasien sembuh dari Covid 19 243 orang menjadi 2.197 orang, meninggal bertambah delapan orang menjadi 972, dan konfimasi positif Covid 19 bertambah 484 orang menjadi 12.071 orang. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA