Ada Ancaman Dibunuh, Radio Belanda Batalkan Acara Ramadhan

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ani Nursalikah

 Rabu 06 May 2020 00:03 WIB

Terima Ancaman Pembunuhan, Radio FunX Batalkan Acara Ramadan. Warga Muslim Belanda, ilustrasi Foto: Flickr Terima Ancaman Pembunuhan, Radio FunX Batalkan Acara Ramadan. Warga Muslim Belanda, ilustrasi

Sebagian besar karyawan stasiun radio Belanda itu menerima berbagai ancaman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stasiun radio FunX FM yang berada di Amsterdam, Belanda memutuskan membatalkan salah satu program acara, yakni Ramadan Late Night. Keputusan itu diambil setelah sebagian besar karyawan stasiun radio itu menerima berbagai ancaman.

Salah satu penyiar FunX, DJ Moradzo, mengatakan, ancaman itu diduga berasal dari kelompok ekstremis yang mempercayai bahwa musik dan Ramadhan tidak boleh berjalan beriringan.

Baca Juga

“Ini secara tidak terduga telah memicu reaksi di media sosial. Menurut beberapa orang, musik dan Ramadhan tidak boleh berjalan bersama,” kata FunX dalam sebuah pernyataan, dilansir NL Times, Selasa (5/5).

Padahal, kata DJ Moradzo, program acara itu pertama kali dimulai pada Ramadhan tahun lalu dengan tujuan setiap orang yang menjalani bulan Ramadhan dapat berbagi pengalaman mereka melalui musik. Stasiun radio FunX pun mengklaim program tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat sehingga pada Ramadan tahun ini kembali mengadakan program itu.

Ancaman yang diterima oleh para pegawai stasiun radio FunX sebagian besar merupakan ancaman pembunuhan. Hal itu juga ditujukan bagi anggota keluarga para staf radio tersebut.

DJ Moradzo mengungkapkan, contoh ancaman yang ia terima adalah ia diminta membayangkan dirinya pulang dari stasiun radio pada satu malam dan dihampiri oleh dua lelaki yang turun dari sepeda motor kemudian menembaknya dengan senjata api. Tidak hanya itu, ancaman lain yang ia terima berisi pesan dirinya akan ditembak hingga 'berkeping-keping'.

Akibat ancaman itu, stasiun radio memutuskan membatalkan siaran program acara Ramadan Late Night. Namun, hal itu tidak mempengaruhi stasiun radio untuk menyiarkan berbagai program dengan topik Ramadhan.

“Ramadhan adalah kenyataan sehari-hari dalam kehidupan beberapa pendengar kami. Jadi kami tidak akan menghindari topik ini,” ujar pihak stasiun radio.

“Tujuan kami sekarang lebih dari sebelumnya, yakni menyatukan orang-orang dengan berbagai kisah menginspirasi, seperti tips dan resep, dan sebagainya. Kami akan melakukannya hari ini di seluruh program acara kami dan di seluruh saluran kami,” katanya.

Sementara itu, terkait ancaman yang diterima para pegawainya, stasiun radio telah menyewa jasa keamanan ekstra untuk menjamin keselamatan stafnya. Berbagai ancaman yang dikirimkan kepada para karyawan itu pun telah dilaporkan kepada polisi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X