Habib Novel: Kejar Lailatul Qadar, Bukan Bicarakan Kiamat

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil

 Senin 04 May 2020 15:42 WIB

Habib Novel: Kejar Lailatul Qadar, Bukan Bicarakan Kiamat. Foto:  Ilustrasi Malam Lailatul Qadar Foto: Republika/mgrol101 Habib Novel: Kejar Lailatul Qadar, Bukan Bicarakan Kiamat. Foto: Ilustrasi Malam Lailatul Qadar

Habib Novel menjelaskan pentingnya mengejar malam lailatul qadar.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Habib Novel Alaydrus memberikan ceramah secara daring melalui siaran steraming youtube Hijrahfest Official, tentang "Amalan Utama Rasulullah SAW di Bulan Ramadhan", Senin (4/5). Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan pentingnya mengejar suatu malam terbaik di bulan suci Ramadhan.

Baca Juga

Habib Novel mengatakan, sebelum masuk Ramadhan, Rasulullah SAW menyampaikan poin penting paling penting yang harus dikejar di bulan suci Ramadhan, yaitu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dan lebih mulia daripada 1.000 bulan.

Lantas amalan apa yang harus dilakukan untuk mendapatkannya? Habib Novel menyampaikan, sebetulnya tidak ada amalan khusus untuk meraihnya. Karena itu yang terpenting adalah menambahkan semua amal kebaikan. "Shalatnya ditambah, bacaan Alqurannya ditambah, jadi tidak ada yang khusus sebenarnya, tambah semua kebaikan," kata dia.

Namun, Habib Novel mengingatkan, ada penghalang bagi setiap Muslim yang ingin meraih Lailatul Qadar, yaitu menyimpan permusuhan kepada sesama Muslim yang lain. Bahkan kemuliaan Lailatul Qadr itu diharamkan bagi orang yang memiliki hati benci kepada Muslim lain.

Habib Novel juga menyampaikan agar setiap Muslim meninggalkan segala perbuatan yang bisa menyakiti orang tua termasuk mertua. Dia mewanti-wanti supaya tidak menyakiti mereka bahkan sekecil pun. Sebab inilah yang juga bisa menghalangi seorang Muslim mendapatkan Lailatul Qadar.

Rasulullah SAW, lanjut Habib Novel, meski dirinya adalah manusia yang paling hebat apalagi sudah dijanjikan surga oleh Allah SWT, tetap melakukan serangkaian ibadah bahkan meningkatkannya untuk mengejar Lailatul Qadar. Maka, dalam sebuah riwayat hadis disampaikan bahwa Rasulullah SAW senantiasa beriktikaf di masjid untuk meningkatkan amal ibadahnya kepada Allah SWT, pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Habib Novel menjelaskan, dalam hadis, Rasulullah SAW juga menyampaikan bahwa siapa yang tidak mendapatkan Lailatul Qadr maka dia telah kehilangan kebaikan. "Jadi kejarlah Lailatul Qadar ini," tutur dia.

Meski begitu, Habib Novel terheran-heran dengan apa yang terjadi di masyarakat, di mana banyak yang lebih tertarik hal lain ketimbang fokus beribadah di bulan suci. Bahkan gaung untuk meraih Lailatul Qadar ini kalah dengan obrolan tentang kiamat di bulan Ramadhan.

"Kita kok belum menyuarakan Lailatul Qadar, kok malah malam kiamat, hari kiamat, Rasulullah tidak pernah mengajarkan umatnya untuk memikirkan kiamat di bulan Ramadhan," kata dia.

Rasulullah pernah ditanya oleh salah seorang Sahabat mengenai hari kiamat terjadi. Tetapi Rasulullah menjawabnya dengan pertanyaan lagi, "Apa yang kamu siapkan?" Karena itu pula, Habib Novel mengimbau kepada umat Muslim untuk tidak memikirkan kiamat. "Nikmati (Ramadhan ini), kejarlah Lailatul Qadar," tutur dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X