Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Paus Francis Sebut Vaksin Corona Harus Dibagikan pada Dunia

Senin 04 May 2020 16:05 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Paus Francis mengatakan setiap vaksin yang berfungsi harus tersedia di seluruh dunia. Ilustrasi.

Paus Francis mengatakan setiap vaksin yang berfungsi harus tersedia di seluruh dunia. Ilustrasi.

Foto: EPA/Maurizio Brambatti
Paus Francis mengatakan setiap vaksin yang berfungsi harus tersedia di seluruh dunia

REPUBLIKA.CO.ID, VATICAN CITY — Paus Francis menyerukan kerja sama ilmiah internasional untuk menemukan vaksin Covid-19. Dia menyebut setiap vaksin yang berfungsi harus tersedia di seluruh dunia.

“Faktanya penting untuk menyatukan kemampuan ilmiah secara transparan dan tidak memihak untuk menemukan vaksin serta perawatan,” kata Paus Francis pada Ahad (3/5).

Terkait hal tersebut, akses universal tak kalah pentingnya. “Menjamin akses universal ke teknologi penting yang memungkinkan setiap orang yang terinfeksi, di setiap bagian dunia, untuk menerima perawatan medis yang diperlukan,” ujarnya.

Sejumlah perusahaan farmasi di seluruh dunia tengah berupaya mengembangkan vaksin untuk Covid-19. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyakini negaranya akan memiliki vaksin Covid-19 pada akhir tahun.

“Kami sangat percaya diri bahwa kami akan mempunyai vaksin pada akhir tahun,” kata Trump dalam acara Fox News town hall pada Ahad (3/5).

Kendati demikian, dia tak mempermasalahkan jika negara lain dapat memiliki vaksin lebih cepat dibanding AS. “Jika itu adalah negara lain, saya akan memujinya. Saya tidak peduli, saya hanya ingin mendapatkan vaksin yang berfungsi,” ujarnya.

Saat ini AS merupakan negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Terdapat lebih dari 1,1 juta pasien di negara tersebut dengan korban meninggal melampaui 68 ribu jiwa.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA