Senin 04 May 2020 15:27 WIB

Pertamina Tidak Siapkan SPBU Modular di Tol Trans Jawa

Pertamina MOR IV menyiapkan tiga unit Pertashop di jalur tol Trans Jawa

Rep: bowo pribadi/ Red: Hiru Muhammad
Satgas Pertamina MOR IV melakukan pengawasan disyribjsi pasokan BBM di sebuah SPBU.
Foto: pertamina
Satgas Pertamina MOR IV melakukan pengawasan disyribjsi pasokan BBM di sebuah SPBU.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG—-Menindaklanjuti adanya larangan mudik yang dikeluarkan Pemerintah, akibat pandemi Covid-19, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR) IV tidak menyiapkan SPBU modular, di sepanjang ruas Tol Trans Jawa, yang ada di wilayah Jawa Tengah.

Pjs General Manager Pertamina MOR IV, Teuku Johan Miftah mengungkapkan, adanya larangan mudik pada Lebaran tahun ini karena situasi pandemi Covid-19, membuat Pertamina MOR IV juga tidak membuka titik-titik SPBU modular di jalur Tol Trans Jawa, seperti tahun sebelumnya.

 “Meski tidak membuka layanan SPBU modular seperti tahun lalu, kami tetap menyiapkan tiga unit Pertashop yang akan disiagakan di jalur tol Trans Jawa jika dibutuhkan atau dalam keadaan darurat,” katanya, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/5).

Menurut Johan, Pertashop yang disiapkan tersebut memiliki kapasitas masing- masing sebesar 3.000 liter. “Jika memang permintaannya meningkat, Pertashop tersebut masih dapat ditambah lagi kapasitasnya dengan menggunakan mobil tangki BBM,” katanya.  

Untuk ketersediaan BBM di wilayah Kerja Pertamina MOR IV, Johan menegaskan, saat ini dalam posisi  ketahanan stok yang cukup guna mengoptimalkan layanan kebutuhan BBM oleh masyarakat.

Pertamina MOR IV juga tetap menyiagakan satuan tugas (satgas) Ramadhan serta Idul Fitri 1441 Hijriyah, guna memastikan distribusi BBM dan LPG kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tetap terjaga.

Kendati di tengah situasi pandemi Covid-19, Pertamina MOR IV tetap mengaktifkan satgas Ramadhan Idul Fitri 1441 Hijriyah dan Covid-19 (Rafico), yang telah dimulai pada awal bulan Mei 2020, sebagai upaya monitoring situasi penyaluran BBM dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Satgas Rafico kali ini, lanjut Johan, bakal sedikit berbeda, karena situasi pandemi covid-19 mempengaruhi penyaluran BBM dan LPG Pertamina. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, konsumsi BBM dan LPG Pertamina di wilayah MOR IV tahun 2020 ini jauh mengalami penurunan.

Pada tahun 2019, realisasi penyaluran BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) meningkat 26 persen dari rerata penyaluran harian normal, dari 12.000 Kiloliter (KL) menjadi 15.000 KL.

“Namun, pada tahun ini perkiraan rata- rata penyaluran BBM saat Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriyah untuk BBM jenis gasoline hanya berkisar di angka 9.800 KL atau mengalami penurunan hampir 40 persen,” tegasnya.

Sedangkan terkait dengan penyaluran LPG, masih kata Johan, Pertamina di wilayah MOR IV memprediksi bakal mengalami peningkatan konsumsi sebesar 2 persen selama Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri nanti.

“Rata-rata harian normal penyaluran LPG saat ini di angka 4.030 Metric Ton (MT) dan diperkirakan akan naik menjadi 4.095 MT. Jika dibandingkan tahun lalu kenaikan secara prosentase memang berkurang dimana kenaikan pada tahun lalu realisasinya mencapai 6 persen,” katanya.

Untuk wilayah Jawa Tengah, Pertamina memiliki lebih dari 40 ribu pangkalan LPG PSO (subsidi Pemerintah) dan outlet Non PSO. “Sebagai upaya antisipasi jika terjadi lonjakan maka Pertamina telah menyiagakan pangkalan PSO dan outlet non PSO tersebut untuk melayani kebutuhan LPG masyarakat,” kata Johan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement