Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Filipina Laporkan 156 Kasus Covid-19 Terbaru

Sabtu 02 May 2020 16:48 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Ani Nursalikah

Filipina Laporkan 156 Kasus Covid-19 Terbaru. Pekerja mendirikan kamar-kamar tidur di lantai bermain PhilSports Arena di Pasig City, Metro Manila, Filipina. Ditengah pandemi corona yang sedang berlangsung, tempat tersebut diubah menjadi fasilitas karantina untuk merawat pasien Covid-19 dengan kapasitas sekitar 150 tempat tidur.

Filipina Laporkan 156 Kasus Covid-19 Terbaru. Pekerja mendirikan kamar-kamar tidur di lantai bermain PhilSports Arena di Pasig City, Metro Manila, Filipina. Ditengah pandemi corona yang sedang berlangsung, tempat tersebut diubah menjadi fasilitas karantina untuk merawat pasien Covid-19 dengan kapasitas sekitar 150 tempat tidur.

Foto: EPA-EFE/ROLEX DELA PENA
Filipina menerapkan lockdown untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Filipina mengonfirmasi 156 kasus Covid-19 dan 24 kematian terbaru, Sabtu (2/5). Angka ini membawa jumlah keseluruhan kasus infeksi virus corona jenis baru di negara itu mencapai 8.928 dan terdapat total 603 kematian.

Dalam laporan terbaru, pasien yang dinyatakan pulih per hari pada Jumat (1/5) adalah 40 orang. Total orang yang telah sembuh dari Covid-19 di Filipina adalah 1.124. Sementara jumlah pasien yang dilaporkan berada dalam kondisi kritis adalah 31 orang.

Baca Juga

Filipina menjadi salah satu negara yang menerapkan lockdown untuk mengendalikan penyebaran virus corona jenis baru. Di tengah pemberlakukan aturan, banyak laporan yang menyebutkan hal ini menyebabkan kemiskinan meluas, hingga mempersulit kehidupan orang-orang dari kelas menengah ke bawah lainnya, termasuk mereka dengan penyakit-penyakit tertentu. 

Seperti dilansir Aljazirah pada awal April lalu, dilaporkan lockdown membuat dihentikannya pengobatan bagi pasien yang menderita tuberkulosis (TB).  Petugas layanan kesehatan menyarankan pasien TB untuk menyimpan obat selama satu bulan, namun banyak dari mereka yang kesulitan mendapatkan obat tersebut karena pembatasan. 

Bahkan, menurut laporan Departemen Kesehatan (DOH) pada 24 Maret lalu, persediaan obat tidak selalu ada. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengingatkan pemerintah di berbagai negara seluruh dunia tentang perlunya terus menanggulangi TB.

 

sumber : Reuters
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA