Sabtu 02 May 2020 16:04 WIB

Pemkot Kediri Luncurkan Aplikasi Pengecekan Bansos

ditujukan untuk meminimalkan risiko bantuan salah sasaran dan memudahkan pengawasan

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memperlihatkan aplikasi cekbansos.kedirikota.go.id berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (1/5/2020). Pemerintah daerah setempat meluncurkan aplikasi tersebut guna memberikan kemudahan masyarakat mengecek NIK apakah bisa mendapatkan bantuan sosial sebagai warga terdampak COVID-19 dan juga berfungsi memantau siapa saja penerima bantuan sehingga terjamin transparansinya.
Foto: ANTARA/Prasetia Fauzani
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memperlihatkan aplikasi cekbansos.kedirikota.go.id berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (1/5/2020). Pemerintah daerah setempat meluncurkan aplikasi tersebut guna memberikan kemudahan masyarakat mengecek NIK apakah bisa mendapatkan bantuan sosial sebagai warga terdampak COVID-19 dan juga berfungsi memantau siapa saja penerima bantuan sehingga terjamin transparansinya.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI — Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, meluncurkan aplikasi CekBansos guna memudahkan warga mengecek penyaluran bantuan sosial, termasuk mengetahui daftar warga penerima bantuan sosial dan jenis bantuan yang mereka terima.

"Jadi nanti warga secara mandiri bisa mengecek, apakah tetangganya yang dapat bantuan itu sudah menerima PKH atau bantuan lain dari pemerintah pusat atau belum. Karena kami mendengar ada pengaduan dari masyarakat soal adanya warga yang sudah mendapat PKH ternyata juga tetap mendapatkan sembako dan Kartu Sahabat dari APBD Kota Kediri," kataWali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Sabtu (2/5).

"Ini juga untuk mempermudah kelurahan, karena sistem input (pemasukan) datanya digital dan by NIK, tidak perlu verifikasi lagi karena ketika data dimasukkan sudah akan muncul semua data dari nama yang bersangkutan, sudah menerima bantuan apa saja selama ini juga akan muncul," Wali Kota yang biasa disapa Mas Abu itu menambahkan.

Wali Kota mengatakan, peluncuran aplikasi tersebut juga ditujukan untuk meminimalkan risiko bantuan salah sasaran dan memudahkan pengawasan penyaluran bantuan.

"Semua kita buka datanya, siapa saja warga Kota Kediri yang menerima bantuan," kata Mas Abu.

Pemerintah KotaKediri telah meluncurkan program bantuan Kartu Sahabat, yang memungkinkan warga mendapat bantuan 10 kilogram beras, masker, dan uang Rp200 ribu per bulan selama April, Mei, dan Juni 2020. Bantuan uang bisa diambil hingga Desember 2020.

Bantuan yang pendanaannyaberasal dari AnggaranPendapatan dan Belanja Daerah tersebut ditujukan kepada 23.840 keluarga yang terdampak Covid-19 di luar keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) dan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah pusat.

Bantuan tersebut diantarkan langsung ke rumah-rumah keluarga penerima bantuan oleh tukang becak dan relawan Dinas Sosial di Kota Kediri.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement