Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

'Serie A Dihentikan, Ekonomi Pekerja Sepak Bola Hancur'

Jumat 01 May 2020 23:21 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Logo Serie A Liga Italia

Logo Serie A Liga Italia

Foto: forzaitalianfootball.com
Menurut dia ada waktu dan tempat yang tepat untuk kembali bekerja.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Gelandang AS Roma, Lorenzo Pellegrini mengatakan, akan ada konsekuensi ekonomi jika Serie A Italia musim 2019/2020 tak dilanjutkan. Hingga saat ini, mengenai kapan liga kembali dilanjutkan belumlah pasti. 

Pemerintah Italia juga mengancam tak mengizinkan kompetisi dilanjutkan jika tak ada kesepakatan mengenai protokol medis.

Pellegrini adalah pemain yang setuju kompetisi dilanjutkan. Ia juga berharap otoritas berwenang sepak bola kembali hidup dan para pemain kembali bekerja. Pasalnya, ia menilai ribuan orang akan terdampak jika liga tak dilanjutkan.

"Kami hanya bisa berharap bahwa musim, dalam kondisi aman, akan dimulai lagi, tidak hanya karena alasan olahraga tetapi juga untuk menghindari konsekuensi ekonomi yang menghancurkan bagi ribuan orang yang bekerja di dunia sepak bola dan keluarga mereka,” ujar Pellegrini dalam twitnya, dilansir dari football Italia, Jumat (1/5).

Ia menegaskan, ingin kembali berlatih dan bermain di lapangan. Menurut dia pasti ada waktu dan tempat yang tepat untuk memulai pekerjaan itu dengan aman. Ia berharap keinginannya itu bisa terlaksana dengan cepat.

Dalam sebuah pertemuan virtual Stakeholder sepak bola Italia, Kamis (30/4), memutuskan bahwa jika musim 2019/2020 berakhir lebih awal tetap aka nada promosi dan degradasi. Dengan demikian musim depan akan tetap diisi oleh 20 klub.

Klub-klub Serie A Italia sedang bersiap untuk menggelar latihan dengan harapan kompetisi bisa dilanjutkan pada akhir Mei atau Juni. Namun, Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadofara tak akan mengizinkan liga dilanjutkan jika tak ada kesepakatan mengenai protokol medis. Ia tak ingin virus corona yang mulai menunjukkan penurunan kembali meningkat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA