Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Ramadhan Pertama di Rumah Saja Sejak Perang Dunia II

Jumat 01 May 2020 10:15 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Virus Corona mengubah kebiasaan dan rutinitas yang biasa dilakukan umat Muslim pada Ramadhan. Foto Ilustrasi Membaca Alquran

Virus Corona mengubah kebiasaan dan rutinitas yang biasa dilakukan umat Muslim pada Ramadhan. Foto Ilustrasi Membaca Alquran

Foto: Muhammad Rizki Triyana (Republika TV)
Pandemi covid-19 mengubah semua kegiatan yang biasa berlaku pada Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Prof Ema Utami, Wakil Direktur Program Pascasarjana Universitas Amikom Yogyakarta

Hari ini, Kamis 30 April 2020, umat Muslim di Indonesia melaksanakan puasa Ramadhan hari ketujuh. Ramadhan tahun ini dipastikan akan dikenang pada tahun-tahun mendatang. Ramadhan yang dibarengi dengan pandemi Covid-19 memiliki pengaruh sangat besar terhadap suasana bulan puasa.

Kegiatan kumpul-kumpul buka puasa bersama atau sahur bersama yang sebelumnya banyak dilakukan di berbagai pelosok Tanah Air, baik di desa maupun di kota, saat ini menjadi sebuah kegiatan yang tidak dianjurkan bahkan dilarang. Berbagai kegiatan yang sebe umnya bisa menjadi topik acara di televisi kali ini tidak bisa dilakukan lagi.

Bahkan, foto-foto shalat Tarawih pertama di Masjidil Haram pada Kamis (23/4) malam yang beredar di berbagai media hanya diikuti oleh pengurus masjid dan tertutup untuk umum. Demikian pula umrah Ramadhan yang selama ini menjadi salah satu waktu favorit bagi umat Muslim tidak bisa dilaksanakan di masa pandemi ini.

Pandemi Covid-19 tentu menggoreskan kenangan yang akan diingat oleh umat Muslim di seluruh dunia. Bagaimana mahluk super kecil mampu mengubah berbagai tatanan yang ada dunia ini akan tertulis dan terekam menjadi catatan sejarah dari berbagai sudut pandang ilmu.

Pandemi yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 ini akan menjadi catatan sejarah penting seperti peristiwa-peristiwa besar lainnya yang pernah terjadi di dunia. Beberapa kanal berita bahkan banyak mengutip frase untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II yang menunjukkan betapa besar pengaruh dari pandemi ini terhadap dunia.

Berbagai kegiatan yang telah rutin dilakukan sejak lama seperti turnamen Wimbledon, peringatan ikonik Octoberfest di Jerman merupakan dua contoh acara yang gagal berlangsung untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II. Bidang ekonomi merupakan salah satu yang banyak menggunakan frase tersebut untuk menggambarkan betapa besarnya pengaruh pandemi pada ekonomi dunia.

Bagi yang pernah menggunakan jasa penerbangan Air Asia bahkan dapat surat elektronik dari Tony Fernandes dengan subjek A message from Tony yang menuliskan betapa terpukulnya perusahaan penerbangannya karena pandemi ini. Kejadian luar biasa tahun 2020 ini akan menjadi memori yang lama terekam dan mungkin akan sulit dilupakan oleh umat manusia.

Memori manusia sendiri masih terus menjadi bahan penelitian sampai sekarang, khususnya tentang bagaimana mekanisme perekaman, lama waktu tersimpan, diingat kembali, dan lain sebagainya. Dari beberapa bacaan disebutkan bahwa dua bagian penting dalam otak yang memegang peran penting dalam merekam peristiwa adalah cortex dan hippocampus.

Dua bagian tersebut yang memiliki peran apakah sebuah peristiwa akan disimpan dalam waktu yang lama atau akan segera dilupakan. Jika dalam bidang Informatika penyimpanan memori juga memiliki kesamaan yakni apakah data akan disimpan dalam waktu yang lama ataupun hanya dalam jangka pendek.

Istilah seperti random acces memory (RAM), read only memory (ROM), dan disk merupakan istilah dalam bidang Informatika yang berkaitan dengan penyimpanan memori. Peletakan data atau intruksi sebu ah program bisa berada di RAM, ROM, atau disk bergantung dari tujuan yang hendak dicapai.

Data yang ada dalam ruang memori tersebut memungkinkan untuk dipanggil kembali sesuai dengan sifat datanya. Dalam bidang informatika, data yang tidak baik tentu dengan mudah bisa diganti, diperbaiki, bahkan dihapus.

Instruksi program yang salah bisa dikoreksi untuk mengambil data yang benar. Data yang salah bisa diberikan catatan agar bisa menjadi peringatan dan tidak diambil oleh program. Bahkan data yang keliru ter sebut bisa dihapus agar tidak digu nakan kembali oleh program.

Tentu hal yang berbeda dalam memori manusia, untuk menghapus atau mengambil kembali ingatan sebuah peristiwa yang terjadi dan terekam dalam perjalanan hidup manusia tentu tidak semu dah yang bisa dilakukan dalam komputer. Berjalannya waktu akan mampu menu tup atau menghapus memori yang dikenang manusia.

Alquran memberikan banyak catatan atas peristiwa yang pernah terjadi agar manusia mau belajar dari hal tersebut. Sebuah ayat Alquran surat Al-Haqqah ayat 12 merupakan salah satunya, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar di perhatikan oleh telinga yang mau mendengar. Wallahu a'lam.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA