Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Pembayaran Digital Meningkat Sejak Wabah Covid-19

Jumat 01 May 2020 00:25 WIB

Rep: Lida Puspaniingtyas/ Red: Agus Yulianto

Imbauan untuk bijak bertransaksi pakai nontunai

Imbauan untuk bijak bertransaksi pakai nontunai

Foto: BI
Terjadi perubahan perilaku di masyarakat dalam memilih media pembayaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) memantau peningkatan transaksi digital di masa wabah Covid-19. Dalam mencegah perluasan penyebaran virus corona tersebut, BI senantiasa mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai. Baik melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code Pembayaran dengan standar QRIS (QR Code Indonesian Standard).

Asisten Gubernur dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Filianingsih Hendarta menyampaikan, telah terjadi perubahan perilaku di masyarakat dalam memilih media pembayaran.

"Masyarakat mulai beralih ke pembayaran digital, dapat dilihat dari penggunaan QRIS yang terus meningkat," katanya dalam telekonferens dengan media, Kamis (30/4).

Pandemi Covid-19 dan penerapan PSBB membuat transaksi tunai dan tatap muka menjadi terkendala. Indikasi tersebut terlihat dari penurunan baik outflow sebesar 5,2 persen (ytd) maupun inflow sebesar 1,7 persen (ytd) transaksi perkasan di Bank Indonesia, khususnya dalam satu bulan terakhir.

Bahkan di saat bulan puasa yang umumnya kebutuhan uang tunai meningkat, pada tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam memilih media pembayaran yang bergeser ke pembayaran digital seperti penggunaan QRIS yang terus meningkat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA