Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

AP I Terima Permintaan Penerbangan Tambahan Kargo

Kamis 30 Apr 2020 16:46 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Agus Yulianto

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi

Foto: Republika/Rahayu Subekti
Sejumlah maskapai mulai mengalihkan pesawat penumpang untuk penerbangan kargo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) menerima permintaan penerbangan tambahan untuk operasional kargo atau logistik. Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan, sejumlah maskapai mulai mengalihkan pesawat penumpang untuk penerbangan kargo.

"Setidaknya terdapat sembilan bandara AP I yang menerima permintaan penerbangan tambahan untuk mengangkut logistik," kata Faik, Kamis (30/4).

Kesembilan bandara tersebut yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sentani Jayapura, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara El Tari Kupang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

Faik memastikan AP I akan penuh maskapai yang mengalihfungsikan pesawat yang biasa mengangkut penumpang menjadi logistik. "Ini dilakukan melalui pengaturan prioritas bersama perusahaan kargo lainnya berdasarkan waktu kedatangan barang di terminal kargo bandara," jelas Faik.

Dia mengatakan, pengalihan fungsi pesawat penumpang tersebut akan memperlancar arus kargo yang sempat tertunda pengirimannya. Faik menuturkan, penundaan terjadi karena banyaknya pembatalan penerbangan lanjutan akibat tingkat keterisisan penumpang yang tidak mencukupi kuota untuk terbang.

Faik menambahkan, AP I akan juga melakukan koordinasi intesif dengan pihak maskapai. Hal tersebut dilakukan agar konektivitas angkutan logistik udara di wilayah tengah dan timur Indonesia tetap terjaga di tengah masa pandemi Covid-19 dan larangan mudik.

Dia mengatakan, tren pernintaan penerbangan tambahan untuk mengangkut logistik lebih awal terjadi di Bandara Sentani Jayapura. Hal tersebut terjadi sejak penerapan kebijakan Gubernur Papua untuk menutup akses masuk orang atau penumpang baik melalui laut maupun udara pada 26 Maret 2020. Hal tersebut menyebabkan penerbangan dari dan ke Bandara Sentani Jayapura hanya melayani penerbangan kargo saja.

Faik melanjutkan, tren tersebut kemudian dilanjutkan di Bandara SAMS Sepinggan sejak 10 April 2020 dan terus berlanjut hampir setiap hari dengan dua penerbangan perharinya (datang dan berangkat) hingga 28 April 2020. Maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yaitu Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Air dengan tujuan Jakarta-Cengkareng, Makassar, dan Palu.

Sementara di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, sejak 25 April 2020 terdapat 62 penerbangan kargo yang terdiri dari 33 kedatangan dan 29 keberangkatan dengan trafik kargo sebesar 432.380 kilogram. Penerbangan kargo di Bandara Sultan Hasanuddin Makassarbdilakukan oleh maskapai Garuda Indonesia, Wings Air, Citilink, Lion Air, Sriwijaya Air, My Indo Airlines, Trigana Air, Cardig Air dengan tujuan Timika, Jakarta-Cengkareng, Ambon, Babo (Papua Barat), Jakarta-Halimperdanakusuma, Balikpapan, Surabaya, Sorong, Sentani, Soroako (Sulawesi Selatan), dan Kendari.

Total penerbangan kargo di sembilan bandara AP I pada 25-28 April 2020 yaitu 409 penerbangan yang terdiri dari 204 kedatangan dan 205 keberangkatan dengan total kargo sebanyak 2.315.627 kilogram. Tiga bandara utama dengan trafik kargo tertinggi pada periode saat ini yakni Bandara Sentani, Bandara Sultan Hasanuddin, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA