Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Dokter Indonesia dan China Bahas Penanganan Covid-19

Kamis 30 Apr 2020 11:49 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Tim dokter memantau pasien warga negara asing (WNA) asal China (kanan atas) yang dirawat melalui layar monitor di Ruang Isolasi Khusus (RIK) RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/1/2020).

Tim dokter memantau pasien warga negara asing (WNA) asal China (kanan atas) yang dirawat melalui layar monitor di Ruang Isolasi Khusus (RIK) RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/1/2020).

Foto: Antara/Moch Asim
Kemenlu RI dan Jack Ma Foundation menggelar webinar penanganan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING –- Pandemi virus corona yang tengah melanda dunia saat ini menjadi ujian berat bagi tim medis. Dalam rangka mendukung upaya penanggulangan Covid-19 Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing menggelar kegiatan webinar pelatihan tata cara penanganan garda terdepan Covid-19 bersama pakar dari China.

Kegiatan yang digelar atas kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI itu didukung Jack Ma Foundation dan Alibaba Foundation. Acara itu mengundang para pakar dari China yang menjadi garda terdepan saat menangani Covid-19 yang melanda Negeri Tirai Bambu.

Baca Juga

Webinar menghadirkan panelis yang merupakan para ahli medis dari Affiliated Hospital of Qingdao University. Antara lain Wakil Presiden Affiliated Hospital of Qingdao University Professor Niu Haitao, Direktur Medis Professor Kong Xinjuan, dan Asisten Presiden Professor Wei Lili.

Selain juga hadir Direktur Departemen Pernapasan dan Gawat Darurat Professor Yu Wenchang, Deputi Direktur ICU Professor Fang Wei, Direktur ICU Professor Li Kun, Direktur Organ Dalam Professor Weng Yunqi, serta Deputi Direktur Departemen Anestesiologi Professor Feng Wei.

Affiliated Hospital of Qingdao University yang berlokasi di Qingdao, Provinsi Shandong adalah salah satu rumah sakit yang mengirimkan tim medis untuk membantu penanganan Covid-19 di Wuhan selama 50 hari. Hal itu termasuk menangani pasien-pasien kritis.

Dalam siaran pers yang Republika.co.id terima Kamis (30/4) Duta Besar RI Djauhari Oratmangun menyampaikan penghargaan atas dedikasi  tim medis yang bekerja keras dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Webinar itu diselenggarakan untuk memfasilitasi diskusi antara tim medis Indonesia dengan para ahli China terkait penanganan Covid-19.

Tim medis Indonesia juga dapat berbagi pengalaman terkait upaya menekan penyebaran pandemi Covid-19 yang saat ini dihadapi Indonesia. Mereka juga bertukar pendapat dengan para pakar dari China.

Webinar itu diikuti 316 orang dokter dan tim medis, serta perwakilan lebih dari 25 rumah sakit di seluruh Indonesia. Para peserta membahas berbagai topik, seperti penanganan pasien parah, tata cara menghadapi situasi gawat darurat, upaya perlindungan tim medis dari infeksi virus, upaya pencegahan dan karantina mandiri oleh masyarakat serta pendampingan psikologis dalam menghadapi pandemi. Peserta juga mendapatkan bahan materi diskusi yang tersedia di situs alibabadoctor.com.

Para peserta mengikuti kegiatan webinar dengan penuh antusias. Garda terdepan China memberikan pembelajaran yang berharga dalam menangani pasien Covid-19 sehingga diharapkan dapat turut berkontribusi untuk bekal tim medis Indonesia dalam menangani pasien Covid-19 di tanah air.

Webinar itu juga menjadi acara awal rangkaian kegiatan perayaan 70 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-China yang jatuh pada tahun ini. Setelah pelaksanaan webinar itu, KBRI Beijing akan menyelenggarakan serangkaian webinar yang mengundang pembicara pakar di berbagai bidang mulai dari ekonomi digital, Telemedicine, E-Commerce, ekonomi kreatif, dan lain-lain. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA