Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

The Fed Pertahankan Suku Bunga Mendekati Nol Persen

Kamis 30 Apr 2020 11:16 WIB

Red: Friska Yolandha

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada Rabu (29/4) waktu setempat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada level rekor terendah mendekati nol.

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada Rabu (29/4) waktu setempat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada level rekor terendah mendekati nol.

Foto: AP Photo/Manuel Balce Ceneta
Suku bunga rendah belum tentu memacu ekonomi jika tak ditopang keuangan lebih luas.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada Rabu (29/4) waktu setempat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada level rekor terendah mendekati nol. Keputusan itu dilakukan karena masih luasnya infeksi Covid-19 di AS.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) atau komite pembuat kebijakan Fed memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga dana federal pada 0 persen sampai 0,25 persen. Krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan sangat membebani aktivitas ekonomi, lapangan kerja, dan inflasi dalam waktu dekat. Hal ini akan menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah.

Baca Juga

"Komite mengharapkan untuk mempertahankan kisaran target ini sampai yakin bahwa ekonomi telah melewati peristiwa-peristiwa baru-baru ini dan berada di jalur untuk mencapai lapangan kerja maksimum maupun tujuan stabilitas harga," kata The Fed dalam sebuah pernyataan setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari.

The Fed mencatat bahwa virus dan langkah-langkah yang diambil untuk melindungi kesehatan masyarakat mendorong penurunan tajam dalam kegiatan ekonomi. Hal ini juga membuat lonjakan pengangguran dan secara signifikan memengaruhi kondisi keuangan.

Untuk mendukung aliran kredit ke rumah tangga dan bisnis, Fed akan terus membeli surat berharga dan surat berharga yang didukung hipotek dalam jumlah yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran fungsi pasar. Dengan demikian, hal tersebut mendorong transmisi kebijakan moneter yang efektif ke kondisi keuangan yang lebih luas.

Pernyataan The Fed muncul setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan produk domestik bruto riil AS di kuartal I 2020 mengalami kontraksi pada tingkat tahunan 4,8 persen. Angka ini merupakan penurunan kuartalan terbesar sejak krisis keuangan 2008.

"Secara keseluruhan, aktivitas ekonomi kemungkinan akan turun pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kuartal kedua," kata Ketua Fed Jerome Powell pada konferensi pers.

"Kedalaman dan lamanya penurunan ekonomi sangat tidak pasti dan akan sangat bergantung pada seberapa cepat virus dikendalikan," katanya, seraya menambahkan bahwa bank sentral berkomitmen menggunakan berbagai alat untuk mendukung perekonomian dalam waktu yang menantang ini.

The Fed memangkas suku bunga mendekati nol dalam dua pertemuan yang tidak dijadwalkan pada Maret. The Fed juga mulai membeli sejumlah besar surat utang Pemerintah AS serta sekuritas yang didukung hipotek untuk memperbaiki pasar keuangan. Bank sentral juga meluncurkan program pinjaman baru untuk menyediakan hingga 2,3 triliun dolar AS guna mendukung ekonomi dalam menanggapi wabah virus corona.

Namun, menurut Powell, menurunkan suku bunga tidak dapat menghentikan penurunan tajam dalam kegiatan ekonomi yang disebabkan oleh penutupan dan jarak sosial. Ia mencatat suku bunga rendah tidak akan memacu perekonomian jika suku bunga tidak ditopang kondisi keuangan yang lebih luas atau jika rumah tangga dan bisnis tidak dapat memperoleh kredit.

"Mempertahankan aliran kredit dengan demikian penting untuk mengurangi kerusakan pada ekonomi dan menetapkan langkah untuk pemulihan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA