Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Kasus Covid-19 di Amerika Tembus 1 Juta

Kamis 30 Apr 2020 09:00 WIB

Red: Esthi Maharani

Seorang tenaga medis mengambil sampel darah untuk tes antibodi dengan menusukan jari seseorang sebelum melakukan tes diagnostik swab hidung COVID-19 di Mesa Park, Kota Bolinas, California, Amerika Serikat, Senin (20/4). Proyek baru ini, merupakan operasi bergaya gerilya yang didanai secara pribadi yang dipimpin oleh kapitalis Venture Jyri Engestrom dari Finlandia dan penduduk Bolinas, dan Cyrus Harmon, pendiri startup Olema Pharmaceuticals, dan penduduk bekerja sama dengan ilmuwan UCSF untuk menguji seluruh seluk beluk kota dengan 1.600 penduduk.

Seorang tenaga medis mengambil sampel darah untuk tes antibodi dengan menusukan jari seseorang sebelum melakukan tes diagnostik swab hidung COVID-19 di Mesa Park, Kota Bolinas, California, Amerika Serikat, Senin (20/4). Proyek baru ini, merupakan operasi bergaya gerilya yang didanai secara pribadi yang dipimpin oleh kapitalis Venture Jyri Engestrom dari Finlandia dan penduduk Bolinas, dan Cyrus Harmon, pendiri startup Olema Pharmaceuticals, dan penduduk bekerja sama dengan ilmuwan UCSF untuk menguji seluruh seluk beluk kota dengan 1.600 penduduk.

Foto: EPA-EFE/JOHN G. MABANGLO
Jumlah kematian juga ikut naik menjadi 57.505

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Jumlah kasus virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat menembus angka 1.005.147 kasus. Angka ini naik 23.901 kasus dari jumlah sebelumnya, demikian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Rabu (29/4). Sementara itu jumlah kematian juga ikut naik menjadi 57.505, termasuk 2.247 kematian baru.

CDC melaporkan jumlah kasus penyakit pernapasan yang dikenal Covid-19 dan disebabkan oleh virus corona jenis baru pada 28 April pukul 4 sore Waktu Timur, dibanding jumlah sehari sebelumnya. Angka CDC tersebut tentunya tidak mewakili jumlah kasus yang dilaporkan oleh setiap negara bagian.

Sebelumnya, CDC menambah enam daftar resmi gejala Covid-19 pekan ini. Penambahan itu untuk membantu dokter dan pasien lebih memahami siapa saja yang mungkin terinfeksi virus corona baru.

Dilansir di Los Angeles Times pada Selasa (28/4), gejala baru yang ditambahkan berupa menggigil, kejang berulang kali disertai menggigil, sakit otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan kehilangan kemampuan indra rasa atau bau. Gejala itu menambah daftar gejala Covid-19 yang diidentifikasi badan kesehatan masyarakat AS pada awal wabah itu merebak, yakni demam, batuk kering, dan sesak napas atau kesulitan bernapas.

sumber : Antara / Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA