Rabu 29 Apr 2020 22:29 WIB

PSBB, Penumpang MRT Rata-Rata Hanya Empat Ribuan Per Hari

Pengguna layanan MRT Jakarta rata-rata hanya empat ribuan per hari sepanjang April

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Warga berjalan di peron Stasiun MRT Haji Nawi yang sepi di Jakarta, Selasa (7/4/2020) pukul 07.45 WIB. Pengguna layanan MRT Jakarta rata-rata hanya empat ribuan per hari sepanjang April. Ilustrasi.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Warga berjalan di peron Stasiun MRT Haji Nawi yang sepi di Jakarta, Selasa (7/4/2020) pukul 07.45 WIB. Pengguna layanan MRT Jakarta rata-rata hanya empat ribuan per hari sepanjang April. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pengguna layanan MRT Jakarta rata-rata hanya 4.134 per hari sepanjang 1-28 April 2020. Jumlah ini jauh berkurang dibanding hari biasa sebelum pandemi Covid-19 yang bisa mencapai 100 ribuan orang penumpang per hari.

Keterangan ini disampaikan Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar dalam konferensi video di Jakarta pada Rabu. Ia menjelaskan penurunan terjadi setelah pihaknya menerapkan kebijakan protokol kesehatan hingga ada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca Juga

"Sampai dengan pemberlakuan PSBB ditambah jumlah stasiun yang kami tutup bertahap, rata-rata penumpang di bulan April sampai dengan 28 April 2020 itu 4.134 penumpang per hari. Catatan kami kemarin jumlahnya di angka 2.080 orang," katanya.

Kendati trennya terus menurun, William mengatakan hal itu justru jadi indikasi keberhasilan penerapan PSBB di ibu kota. Ia menjelaskan, sebelum penyebaran masif virus corona jenis baru itu, jumlah penumpang MRT Jakarta masih mencapai 109 ribu orang per hari (data 6 Maret 2020).

Sepekan kemudian tepatnya 13 Maret 2020, jumlah penumpang sedikit turun menjadi 98 ribu orang. Meski jumlahnya masih tinggi, kala itu masyarakat sudah mulai melakukan antisipasi terhadap penyebaran Covid-19.

Penurunan penumpang drastis kemudian terjadi pada 16 Maret 2020 saat diterapkan pembatasan jam operasional dan pelebaran headway. Pada hari itu, tercatat jumlah penumpang hanya 27 ribu orang.

Meski pembatasan berlaku hanya sehari, kebijakan itu kembali diterapkan pada 20 Maret 2020. Jumlah penumpang turun menjadi 21 ribu orang. Sepekan kemudian tepatnya 27 Maret 2020, jumlah penumpang MRT Jakarta turun signifikan menjadi delapan ribuan penumpang seiring dengan masifnya imbauan tetap di rumah dan menjaga jarak.

William memperkirakan dalam beberapa waktu ke depan jumlah penumpang masih akan ada di kisaran dua ribu hingga tiga ribu per hari. Hal ini seiring telah ditutupnya tujuh stasiun untuk sementara waktu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement