Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Fahira Minta Warga tak Bagi Sedekah yang Ciptakan Kerumunan

Rabu 29 Apr 2020 20:43 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris. Fahira meminta warga masyarakat terutama para dermawan yang mempunyai niat bersedekah untuk mengubah metode pembagian sedekahnya sehingga tidak mengakibatkan kerumunan orang termasuk membagikan langsung di jalanan karena berpotensi melanggar protokol kesehatan dan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris. Fahira meminta warga masyarakat terutama para dermawan yang mempunyai niat bersedekah untuk mengubah metode pembagian sedekahnya sehingga tidak mengakibatkan kerumunan orang termasuk membagikan langsung di jalanan karena berpotensi melanggar protokol kesehatan dan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Foto: Instagram Fahira Idris
Fahira Idris menyebut metode sedekah yang paling efektif saat ini lewat badan amal

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Saat Ramadhan jamak terjadi pembagian sedekah yang mengumpulkan banyak orang di satu titik dan membagi sedekah di jalanan yang melahirkan kerumunan orang. Namun, untuk tahun ini, saat Ramadhan berada di tengah pandemi Covid-19 pembagian sedekah yang melahirkan kerumunan bertentangan dengan protokol kesehatan dan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Anggota DPD RI atau Senator DKI Jakarta mengungkapkan, salah satu hal baik yang terjadi selama pandemi Covid-19 ini adalah kepedulian masyarakat terutama yang mempunyai kelapangan rezeki kepada sesama untuk saling berbagi cukup tinggi. Terlebih memasuki bulan ramadan yang memang dikenalnya sebagai “bulannya berbagi”. 

Namun, Fahira meminta warga masyarakat terutama para dermawan yang mempunyai niat bersedekah untuk mengubah metode pembagian sedekahnya sehingga tidak mengakibatkan kerumunan orang termasuk membagikan langsung di jalanan karena berpotensi melanggar protokol kesehatan dan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Adanya kerumunan dan interaksi antarwarga berpotensi menyebarkan Covid-19.

“Niat baik dan tulus bersedekah jangan sampai berubah menjadi malapetaka. Pembagian sedekah yang melahirkan kerumunan punya potensi terjadi penyebaran Covid-19 dan sama artinya melanggar aturan PSBB. Saya berharap bagi para dermawan yang berniat bersedekah langsung ke warga mengubah metodenya untuk menghindari kerumunan,” ujar Fahira Idris, di Jakarta (29/4).

Menurut Fahira Idris, metode paling efektif untuk menyalurkan sedekah dan derma adalah melalui badan-badan amal. Selain sudah memiliki prosedur dan protokol, badan-badan amal ini mempunyai data yang tepat dan akurat warga yang membutuhkan bantuan sehingga sedekah yang disalurkan bisa tepat sasaran. 

Namun, jika para dermawan ingin menyalurkan secara langsung, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah mendatangi langsung rumah tinggal kaum dhuafa dan anak-anak telantar serta orang-orang yang membutuhkan lainnya. Haya saja sekali lagi harus dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan dan aturan PSBB misalnya tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. Atau bisa juga berkoordinasi dengan RT/RW setempat untuk kemudian oleh mereka disalurkan kepada warganya masing-masing yang membutuhkan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA