Rabu 29 Apr 2020 17:33 WIB

Terus Bertambah, Positif Covid-19 di DIY Jadi 94 Kasus

Satu tambahan kasus positif corona merupakan warga Kabupaten Sleman berusia 73 tahun.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yudha Manggala P Putra
Petugas medis menangani pasien diduga terjangkit corona (ilustrasi).
Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Petugas medis menangani pasien diduga terjangkit corona (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kasus positif terinfeksi virus Corona (Covid-19) di DIY terus bertambah tiap harinya. Pada 29 April ini, ada tambahan satu kasus baru.

Tambahan satu kasus positif baru ini merupakan warga Kabupaten Sleman yang berusia 73 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Sehingga, saat ini total kasus positif di DIY sudah mencapai 94 kasus. 

"Ada tidaknya kaitan dengan WNA India di DIY yang juga positif masih sedang dalam penelusuran Dinkes Sleman. Dari laporan rumah sakit hanya tertulis pernah kontak dengan PDP (Pasien Dalam Pengawasan)," kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 untuk DIY Berty Murtiningsih, Rabu (29/4).

Selain itu, juga ada tambahan satu pasien positif Covid-19 di DIY yang sembuh. Pasien sembuh ini merupakan kasus nomor 59 di DIY. "Sembuh ini laki-laki berumur 26 tahun dan asal Sleman," ujarnya.

Pada 29 April ini, dari 94 kasus positif di DIY, 40 di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan tujuh kasus meninggal dunia. Total PDP di DIY sudah mencapai 822 orang.

PDP yang masih dalam proses laboratorium sebanyak 67 orang dengan empat di antaranya meninggal dunia sebelum hasil laboratorium tersebut keluar. Sedangkan, yang sudah menjalani tes swab Covid-19 dan dinyatakan negatif ada 661 orang.

"Orang Dalam Pemantauan (ODP) di DIY sudah menyentuh angka 4.564 orang," jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pada 28 April ada penambahan 10 kasus di DIY. Dari penambahan kasus positif ini, tiga orang merupakan warga Kabupaten Bantul, empat orang warga Kabupaten Sleman dan tiga orang warga Kabupaten Gunungkidul.

Berty menyebut, dari 10 kasus positif tersebut, tujuh diantaranya merupakan hasil dari tracing kontak positif dengan kasus nomor 35 di DIY yang sudah dinyatakan positif sebelumnya. Kasus 35 tersebut memiliki riwayat mengikuti kegiatan keagamaan di DKI Jakarta.

Kasus ini, katanya, dapat menjadi klaster baru penularan Covid-19 di DIY."Kasus 35 diketahui riwayat perjalanannya dari mengikuti kajian agama di Jakarta, pulang bersama-sama dengan kasus yang di-tracing (tujuh kasus positif baru) tersebut," kata Berty, Selasa (28/4) kemarin.

"Bisa jadi akan jadi klaster baru bila nanti berlanjut pada hasil tracing selanjutnya dan ada hubungan dengan kasus-kasus lainnya," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement