Rabu 29 Apr 2020 10:21 WIB

AP II: Kapasitas Kargo di Soekarno-Hatta Masih Terjaga

Banyak maskapai mengalihkan fungsi pesawat penumpang untuk mengangkut kargo.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Pesawat Garuda Indonesia lepas landas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (ilustrasi) Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan kapasitas angkutan kargo di Bandara Soekarno-Hatta masih tetap terjaga. Dia mengatakan hal tersebut dikarenakan maskapai mulai mengalihkan fungsinya pesawat penumpang menjadi untuk kargo.
Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Pesawat Garuda Indonesia lepas landas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (ilustrasi) Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan kapasitas angkutan kargo di Bandara Soekarno-Hatta masih tetap terjaga. Dia mengatakan hal tersebut dikarenakan maskapai mulai mengalihkan fungsinya pesawat penumpang menjadi untuk kargo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan kapasitas angkutan kargo di Bandara Soekarno-Hatta masih tetap terjaga. Dia mengatakan hal tersebut dikarenakan maskapai mulai mengalihkan fungsinya pesawat penumpang menjadi untuk kargo. 

"Dengan armada pesawat penumpang yang kini difungsikan khusus untuk angkutan kargo itu, maka lalu lintas pengiriman barang dari dan ke Soekarno-Hatta saat ini diupayakan tetap berjalan lancar," kata Awaluddin, Rabu (29/4). 

Baca Juga

Dia mengungkapkan sebanyak enam maskapai nasional yang biasanya mengangkut penumpang kini mengoperasikan penerbangan khusus angkutan kargo domestik dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Keenam maskapai tersebut Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, NAM Air, Citilink Indonesia, Lion Air, dan Airfast. 

Awlauddin menilai, Bandara Soekarno-Hatta cukup penting dalam mendukung kelancaran logistik nasional khususnya angkutan kargo di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, dia menegaskan AP II berkomitmen menjaga kelancaran lalu lintas kargo di Bandara Soekarno-Hatta dan bandara-bandara perseroan lainnya, baik kedatangan dan keberangkatan kargo di rute domestik dan internasional. 

“Kami selalu berkoordinasi intensif dengan maskapai yang juga sangat berperan dalam menjaga konektivitas angkutan kargo di Indonesia, dengan mau mengoperasikan pesawat khusus penumpang untung kemudian kini mengangkut kargo,” jelas Awaluddin. 

Awaluddin mengakui saat ini kapasitas angkutan kargo memang tidak sebanyak kondisi normal saat penerbangan reguler cukup banyak. Namun, lanjut dia, kapasitas yang ada saat ini dinilai masih mencukupi untuk menjaga kelancaran lalu lintas kargo secara umum. 

Dia menambahkan, saat ini juga terdapat maskapai yang mengoperasikan pesawat khusus kargo di Bandara Soekarno-Hatta yaitu MyIndo dan Cargolux untuk rute internasional. Setiap tahunnya, Bnadara Soekarno-Hatta dapat mengelola kargo sekitar 600 ribu ton. 

Sebelumnya, Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) justru mengatakan banyak kargo yang pengirimannya terhambat di bandara. Ketua Umum ALI Zaldy Ilham Masita mengatakan penghentian sementara penerbangan penumpang berdampak kepada pengiriman kargo. 

"Sejak Permenhub untuk menutup penerbangan komersial, logistik menjadi sangat teranggu karena penerbangan kargo sangat sedikit," kata Zaldy kepada Republika.co.id, Rabu (29/4). 

Zaldy menjelaskan selain penerbangan kargo sedikit, jadwalnya juga tidak pasti. Hal tersebut menurutnya membuat pengiriman kargo mellui jalur udara justru menjadi terganggu padahal seharusnya logistik tidak boleh terdampak akibat pembatasan transportasi. 

Zaldy mengungkapkan saat ini terjadi penumpukan kargo di bandara-bandara yang ada di Indonesia. "Terutama bandara transit seperti Soekarno-Hatta Cengkareng, Juanda Surabaya , dan Sultan Hasanuddin Makassar," ungkap Zaldy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement