Selasa 28 Apr 2020 14:01 WIB

Kinerja bank bjb Triwulan I 2020 Tetap Positif

Bank BJB raih laba bersih Rp 418 miliar di Q1 2020

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi melaporkan kinerja triwulan I 2020 dalam analyst meeting di Kantor Pusat Bank BJB, Bandung (29/4). Analyst meeting kali ini dimodifikasi sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, yakni melalui format webinar.
Foto: Istimewa
Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi melaporkan kinerja triwulan I 2020 dalam analyst meeting di Kantor Pusat Bank BJB, Bandung (29/4). Analyst meeting kali ini dimodifikasi sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, yakni melalui format webinar.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG – Perlambatan ekonomi global karena pandemi Covid-19 tidak menyurutkan kinerja Bank BJB di triwulan I (Q1 2020). Bank BJB menutup kinerja Q1 2020 dengan raihan laba bersih sebesar Rp 418 miliar.

Raihan laba itu menjadi salah satu yang dilaporkan pengurus korporasi dalam analyst meeting Q1 2020 di Kantor Pusat Bank BJB, Bandung (29/4). Dalam penyelenggaraan analyst meeting kali ini, Bank BJB memodifikasi kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, yakni melalui format webinar.

photo
Direksi melaporkan kinerja triwulan I 2020 dalam analyst meeting di Kantor Pusat Bank BJB, Bandung (29/4). Analyst meeting kali ini dimodifikasi sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, yakni melalui format webinar. - (Istimewa)
 

Pertumbuhan kinerja Bank BJB Q1 2020 ditandai pula dengan penambahan nilai aset sebesar Rp123 triliun atau tumbuh sebesar 4,5 persen year on year (y-o-y). Pada sektor kredit tumbuh 9,1 persen y-o-y atau menjadi Rp 82,7 triliun.

Pertumbuhan total kredit ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di kisaran 6,09 persen (per Januari 2020). Pertumbuhan kredit tersebut berhasil dicapai karena kualitas kredit yang diberikan dapat dijaga.

Indikatornya, menurut Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi, terlihat pada angka kredit macet dan bermasalah (non performing loan) yang berhasil ditekan pada kisaran 1,65 persen. Angka NPL Bank BJG itu berada di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang mencapai 2,56 persen (per Januari 2020).

Dalam upaya penghimpunan dana, tercatat dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank BJB tumbuh sebesar empat persen y-o-y atau menjadi sebesar Rp 93,8 triliun. Perseroan juga berhasil menjaga porsi dana murahnya atau current account saving account (CASA) di level 48,5 persen.

Kata Yuddy, catatan positif yang dibubuhkan perseroan ini menunjukan kekuatan kinerja perusahaan di tengah gempuran perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Hasil positif ini, lanjut dia, diiringi dengan serangkaian inovasi dan pengembangan berbagai produk dan jasa layanan perseroan.

Lebih lanjut Yuddy menyampaikan, pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan tetap terjaga di tengah wabah virus Korona. ‘’Dalam kondisi seperti ini, kami masih dapat menjaga catatan laju pertumbuhan positif,’’ ujar Yuddy dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (28/4).

Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB Widi Hartoto mengatakan, rangkaian raihan positif tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Bank BJB. Kata dia, keberhasilan itu tidak bisa dilepaskan dari komitmen perseroan untuk senantiasa berpegang teguh pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Tata kelola perusahaan yang baik itu, lanjut Widi, dipadukan dengan pengembangan berbagai produk dan jasa layanan keuangan. ‘’Inovasi dilakukan guna memberikan pengalaman transaksi yang lebih nyaman, praktis, sekaligus efisien,’’ ujar Widi.

Langkah-langkah untuk menopang laju pertumbuhan bisnis, kata dia, telah dipersiapkan dan akan menjadi senjata andalan untuk digunakan menghadapi berbagai situasi. Seluruh aktivitas yang dijalankan Bank BJB, kata dia, akan senantiasa beriringan dengan semangat meningkatkan kualitas layanan demi menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement