Selasa 28 Apr 2020 12:44 WIB

Hand Sanitizer Berwajah Bupati Klaten Dikritik

Ace meminta semua pihak berhenti mempolitisasi Covid-19 untuk pencitraan.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bilal Ramadhan
Bupati Klaten Sri Mulyani
Foto: Republika/Neni Ridarineni
Bupati Klaten Sri Mulyani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily merespons viralnya cairan pembersih tangan (hand sanitizer) berstiker wajah Bupati Klaten. Ia meminta semua pihak berhenti mempolitisasi Covid-19 untuk kepentingan pencitraan.

"Stop politisasi Covid-19 untuk kepentingan pencitraan. Saatnya kita bersatu bekerja dengan sungguh-sungguh untuk penanganan Covid 19 ini," kata Ace kepada Republika, Selasa (28/4).

Politikus Partai Golkar itu juga mengimbau agar kepala daerah menyampaikan apa adanya terhadap berbagai bantuan sosial penanganan dampak Covid 19 ini. Jika bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah harus menyampaikan ke masyarakat bahwa program tersebut merupakan program pemerintah pusat.

Demikian juga jika program itu berasal dari anggaran pemerintah daerah, pemda diminta menyampaikan ke masyarakat bahwa hal itu kontribusi pemerintah daerah. "Jangan memanfaatkannya untuk kepentingan politik," ujar dia.

Sebelumnya, sebuah foto cairan pembersih tangan (hand sanitizer) berstiker gambar wajah Bupati Klaten Sri Mulyani viral di media sosial. Sejumlah warganet menyayangkan adanya peristiwa tersebut. Sementara itu, Sri juga telah mengklarifikasi hal tersebut. Dirinya mengakui ada kekeliruan dalam penempelan stiker pada hand sanitizer tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement