Selasa 28 Apr 2020 11:44 WIB

Tangani WNA Positif, Pemprov Koordinasi dengan Kemenlu

WNA belum bisa pulang karena kebijakan lockdown di negaranya.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Bilal Ramadhan
Aparat kepolisian Polresta Yogyakarta mengecek masker pengendara bermotor di perempatan titik nol Yogyakarta, Kamis (23/4). Selain memeriksa dan menghimbau pengendara menggunakan masker, aparat juga membagikan masker bagi pengendara yang tidak memakai
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Aparat kepolisian Polresta Yogyakarta mengecek masker pengendara bermotor di perempatan titik nol Yogyakarta, Kamis (23/4). Selain memeriksa dan menghimbau pengendara menggunakan masker, aparat juga membagikan masker bagi pengendara yang tidak memakai

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah berkoordinasi dengan Kementrian Luar Negeri dan Duta Besar India untuk Indonesia terkait penanganan 15 Warga Negara Asing (WNA) asal India yang saat ini ada di DIY. Ada empat WNA India yang positif Covid-19 dan 11 WNA akan ditempatkan di Balai Diklat Gunung Sempu, Bantul.

"11 WNA yang di shelter (tempat penampungan) ini nanti ditanggung Pemda, bekerja sama dengan Kemenlu dan Dubes karena ini kaitannya hubungan diplomatik negara kita dengan negara lain," kata Koordinator Pusat Pengendali Operasi Gugus Penanganan Covid-19 DIY, Danang Samsurizal, Senin (27/4).

Rencananya, 11 WNA tersebut mulai ditempatkan di balai diklat pada Selasa (28/4). Sementara, empat WNA lainnya yang positif Covid-19 masih harus menjalani isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19.

"Tadi sudah disurvei, kita siapkan tenaga pendukungnya dan kemungkinan besok akan dipindah ke sana," ujarnya.

Seperti diketahui, 15 WNA tersebut di DIY dalam rangka mengikuti kegiatan keagamaan di Masjid Al-Ittihad, Sleman. Mereka sudah satu bulan tinggal di masjid tersebut. Alasan mereka masih di DIY karena tidak dapat pulang ke negaranya.

Hal ini disebabkan kebijakan lockdown yang masih diberlakukan di India. Sehingga menyebabkan mereka masih harus tinggal di Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement