Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Lakers Kembalikan Dana 4,6 Juta Dolar AS Bantuan Pemerintah

Selasa 28 Apr 2020 11:02 WIB

Red: Israr Itah

Bintang Los Angeles Lakers LeBron James membawa bola. (ilustrasi). Lakers mengembalikan dana pemerintah untuk bantuan usaha kecil sebesar Rp 71 miliar.

Bintang Los Angeles Lakers LeBron James membawa bola. (ilustrasi). Lakers mengembalikan dana pemerintah untuk bantuan usaha kecil sebesar Rp 71 miliar.

Foto: EPA-EFE/ETIENNE LAURENT
Dana ini sebenarnya diperuntukkan bagi usaha kecil agar bisa menyelamatkan diri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Los Angeles Lakers mengembalikan 4,6 juta dolar AS (Rp 71 miliar) yang diterima klub ini dari sebuah program pemerintah pusat. Dana ini sebenarnya diperuntukkan bagi usaha kecil agar bisa menyelamatkan diri dari krisis ekonomi akibat pandemi virus corona, lapor sejumlah media seperti dikutip Reuters, Selasa (28/4).

Program Perlindungan Gaji (PPP) yang dibentuk oleh Administrasi Usaha kecil itu menghabiskan dana awal sebesar 349 miliar dolar AS yang lebih cepat dari yang diperkirakan pemerintah AS. Kemudian diketahui bahwa sejumlah perusahaan besar menerima pinjaman program ini yang sebenarnya diperuntukkan bagi UKM. Publik pun mengecam keras fakta ini.

Baca Juga

"Lakers lolos dan menerima pinjaman di bawah Program Perlindungan Gaji," kata pernyataan Lakers kepada ESPN. "Begitu kami tahu dana program ini berkurang, kami sudah mengembalikan pinjaman itu sampai kemudian dukungan finansial akan diarahkan kepada yang lebih membutuhkan. Lakers tetap berkomitmen penuh mendukung pekerja kami dan masyarakat kami."

Perusahaan-perusahaan besar yang menerima skema utang PPP ini dan kemudian segera mengembalikannya adalah Shake Shack, AutoNation dan Ruth's Chris Steak House. Menurut Forbes, Lakers ditaksir memiliki valuasi 4,4 miliar dolar AS.

NBA menghentikan kompetisi pada 11 Maret setelah center Utah Jazz Rudy Gobert dites positif virus corona. Belum jelas kapan musim kompetisi 2019-2020 dilanjutkan, namun setiap pertandingan yang tidak dimainkan sama artinya dengan hilangnya pendapatan tim.

Selama musim ditangguhkan, NBA membentuk sebuah program bantuan fasilitas kredit sampai 1,2 miliar dolar AS. Menurut ESPN, satu tim sudah menggunakan fasilitas pinjaman ini.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA