Sejumlah Toko Ramadhan di Gaza Dibuka Kembali

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil

 Selasa 28 Apr 2020 10:00 WIB

Sejumlah Toko Ramadhan di Gaza Dibuka Kembali. Foto: Warga membeli lentera tradisional menjelang bulan suci Ramadhan di Kota Gaza, Rabu (22/4). Ramadhan dimulai pada akhir pekan bulan ini, umat Islam di seluruh dunia berusaha untuk mempertahankan ritual berharga pada bulan paling suci tanpa menyebarkan wabah virus Corona lebih lanjut. Foto: AP / Adel Hana Sejumlah Toko Ramadhan di Gaza Dibuka Kembali. Foto: Warga membeli lentera tradisional menjelang bulan suci Ramadhan di Kota Gaza, Rabu (22/4). Ramadhan dimulai pada akhir pekan bulan ini, umat Islam di seluruh dunia berusaha untuk mempertahankan ritual berharga pada bulan paling suci tanpa menyebarkan wabah virus Corona lebih lanjut.

Tidak ada laporan kasus baru covid-19 di Gaza selama sepekan.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Jalur Gaza membuka kembali restoran dan kedai kopi untuk umum selama bulan suci Ramadhan. Pembukaan toko dilakukan setelah tidak ada kasus baru Covid-19 yang dilaporkan selama sepekan.

Dilansir dari laman Telesure Selasa (28/4), menurut pihak berwenang dari Kementerian Ekonomi Gaza, pembukaan toko-toko akan disertai dengan langkah-langkah ketat untuk mencegah gelombang infeksi baru covid-19. Selama bulan suci Ramadhan, umat Islam biasanya pergi ke jalan-jalan pada malam hari.

Baca Juga

Langkah-langkah pembatasan termasuk penutupan masjid, gereja, sekolah, universitas dan pasar. Kendati demikian, menurut media setempat, sebagian besar penduduk tidak semuanya menaati instruksi yang diberlakukan, dan mereka beredar di jalanan secara normal.

Hingga saat ini, wilayah tersebut memiliki 17 orang yang terinfeksi virus corona. Dari jumlah tersebut, 10 orang telah sembuh, dan tidak ada lagi kematian yang telah dicatat.

Sebanyak tujuh orang lainnya yang terinfeksi masih dalam pemulihan diisolasi di pusat karantina di perbatasan dengan Mesir.

Keputusan untuk membuka kembali restoran dan kedai kopi di Gaza selama bulan Ramadhan, turut bertepatan dengan pelonggaran pembatasan di beberapa negara Muslim di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X